Ratusan Ribu Warga Belum Vaksin Difteri

Ratusan Ribu Warga Belum Vaksin Difteri

KOTA SERANG, SNOL – Ratusan ribu warga Banten hingga saat ini belum mendatangi pusat kesehatan dan meminta secara pribadi mendapatkan vaksin difteri dari pemerintah.

Hingga kemarin, terdapat 584 ribu warga di lima kabupaten dan kota di Banten belum melakukan outbreak response imunization (ORI) atau vaksin ulang. Dari jumlah tersebut, Kabupaten Tangerang memiliki jumlah terbanyak, yaitu 153 ribu orang.

Kepala Seksi Surveilans, Imunisasi dan Krisis Kesehatan pada Dinkes Banten Rostina, Jumat (19/1) mengatakan, vaksin ulang difteri dilakukan untuk mempersempit ruang gerak penyebaran bakteri tersebut.  “Vaksin ulang terus kami lakukan sejak akhir 2017 dengan cakupan yang terhitung sudah tinggi,” katanya.

Ia menjelaskan, cakupan vaksin ulang tahap pertama hingga kemarin terdiri atas Kabupaten Tangerang dari sasaran 1.192.124 cakupan yang sudah diimunisasi sebanyak 1.032.592 atau 86,62 persen.  Kabupaten Serang dari sasaran 526.270 cakupan imunisasi sebanyak 427.882 atau 81,30 persen. Selanjutnya, Kota Tangerang 618.509 cakupan imunisasi mencapai 469.724 atau 75,59 persen. Kota Serang dari sasaran sebanyak 238.491 cakupan imunisasi sebanyak 196.235 atau 82,28 persen. Terakhir, Kota Tangsel dari total cakupan 478.594 cakupan imunisasi mencapai 343.003 atau 71,67 persen.

“Total dari 3.053.988 cakupan imunisasi 2.469.436 atau 80,86 persen. Sebanyak 584.552 sasaran belum tervaksin, terbanyak ada di Kabupaten Tangerang sebanyak 153.532 karena total sasarannya tinggi,” ujarnya. Masih terkait adanya sasaran yang belum divaksin ulang, kata dia, terjadi karena setiap daerah memiliki kendala yang sama, yaitu soal SDM.

“Di Kota Serang kami bantu dengan turun tangan ikut melakukan vaksinasi di SMU dan SMK. Sedangkan, di Tangsel kami meminta bantuan organisasi profesi seperti IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia), IDI (Ikatan Dokter Indonesia) dan IBI (Ikatan Bidan Indonesia) untuk turut serta dalam program tersebut,” ucapnya.

Pihaknya mengaku optimistis, dalam waktu yang sudah ditentukan dapat memenuhi target program ORI di masing-masing wilayah sebagaimana yang sudah ditentutkan. Ditargetkan, seluruh program vaksin ulang difteri akan rampung pada akhir Januari ini.

“Target kita sampai akhir bulan Januari 2018. Mulai putaran kedua di Februari. Ada juga yang sudah mulai putaran kedua, seperti di Kota Tangerang, tapi itu sifatnya stimulan,” ungkapnya. Kepala Dinkes Banten Sigit Wardojo mengaku akan serius melaksanakan vaksin ulang. Sebab, gerakan tersebut berdampak signifikan terhadap jumlah kasus difteri. Menurut dia, jumlah kasus difteri di Banten cenderung menurun jika dibanding November-Desember 2017.(rus/aep/bnn)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.