UPT Perbendaharaan Tidak Terawat

Pelatarannya Dipenuhi Ilalang dan Minim Penerangan

TIGARAKSA, SNOL—Gedung Unit Pelaksana Teknis (UPT) Peng­guna Usahaan dan Penyimpanan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabu­paten Tangerang tidak terawat dan dipenuhi ilalang. Padahal, ke­beradaan gedung UPT penting se­bagai tempat penyimpanan aset negara milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang agar se­lalu terjaga.

Pantauan Satelit News di lapan­gan, pelataran gedung UPT BPKAD Kabupaten Tangerang nampak tidak terawat. Bangunan gedung banyak dikelilingi ilalang yang ketinggi­annya mencapai satu meter lebih. Hal itu membuat penampakan kan­tor UPT terlihat menyeramkan, aki­bat banyak semak belukar di setiap sudutnya.

Warga sekitar Puspemkab Tangerang, Rohayadi mengatakan, kondisi pelataran gedung UPT yang tidak terawat sudah terjadi sejak lama. Bahkan kata dia, bangunan kantor UPT Perbandaharaan sejak dulu selalu dipenuhi ilalang, serta membuat penampakannya terlihat menyeramkan.

Rohayadi berharap, keberadaan kantor UPT yang berdekatan dengan perkebunan warga dan agak jauh dari Pusat Pemerintahan Ka­bupaten Tangerang itu agar bisa di­pelihara dengan baik.

“Sudah letaknya di dekat ke­bun, malahan jarang dipangkas rumputnya. Kondisi itu membuat keberadaan kantor UPT semakin seram dan dipenuhi semak belu­kar. Kondisi seperti ini terjadi sejak lama,” kata Rohayadi kepada Satelit News, kemarin.

Menurutnya, perlu kesadaran dari petugas UPT perbendaharaan agar bangunan gedung UPT bisa selalu terjaga. Hal itu melihat kegunaan gedung UPT sebagai tempat sejum­lah aset milik Pemkab agar tetap se­lalu terjaga.

“Tidak sepert ini. Bangunannya saja sudah tidak terurus, gimana dengan benda-benda lainnya yang ada di dalam milik aset Pemkab Tangerang,” gerutunya.

Pada sisi lain, kata Rohayadi, penerangan di depan Gedung UPT Per­bendaharaan juga minim. Akibatnya, sejumlah warga di sekitar bangunan UPT enggan jika harus melintas di depannya pada malam hari.

“Siang saja sudah begitu kelihatannya. Apalagi kalau malam. Su­dah seram minim penerangan pula,” tandasnya.

Sementara itu, Kabid Aset BPKAD Kabupaten Tangerang Fahmi Feisuri mengaku telah memerintahkan ke­pada anak buahnya untuk sesering mungkin melakukan pemeliharaan dan pembabatan ilalang di sekitar bangunan gedung. “Rutin dikerjakan kok pemeliharaannya,” kilahnya.

Meski begitu, imbuh Fahmi, un­tuk dilakukannya pemeliharaan atau perbaikan, diperlukan keterse­diaan anggaran yang cukup dari pemerintah. “Kalau perlu setiap bulan kita babat terus. Tapi untuk semua itu diperlukan ketersediaan anggaran yang cukup,” tandasnya. (mg1/aditya)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.