Ustad Yusuf Mansur Jajaki Persikota

Ditawari Walikota Arief untuk Bangkitkan Bayi Ajaib

TANGERANG, SNOL—Persikota Tangerang memiliki kesempatan untuk terbebas dari keterpuru­kan. Klub sepakbola berjuluk Bayi Ajaib yang telah lama minim prestasi karena keterbatasan dana itu sedang dibidik konglomerat lokal.

Adalah Ustad Yusuf Man­sur atau dikenal dengan sebutan “ustad sedekah”, ulama sekaligus pengusaha, diketahui menaruh minat untuk membangkitkan Persikota yang nyaris “mati suri”. Pemilik Paytren itu bahkan beren­cana menggandeng mantan pela­tih tim nasional Indra Sjafri untuk mewujudkan ambisinya tersebut.

Senin (22/1) kemarin, In­dra memulai misinya dengan melakukan tinjauan ke lapangan yang dapat digunakan sebagai tempat berlatih tim pu­jaan Benteng Mania Fans Club. Mantan pelatih Bali United itu mengawali pemantauan dengan mendatangi Stadion Benteng Tangerang. Didampingi pengu­rus Askot PSSI Kota Tangerang seperti ketua Mas Kosasih dan Wakil Ketua Mansur Sain serta manajemen Persikota Mahdiyar, Dedi dan Edi Rukhiyat, Indra memantau kualitas rumput di stadion milik Pemkab Tangerang tersebut. Stadion Benteng dulu pernah menjadi tempat latihan Persikota ketika masih berkecimpung di divisi utama.

Selanjutnya, Indra dan rom­bongan bergerak menuju lapangan Sangego di kawasan Bendung Pintu Air 10.

Indra menilai kualitas la­pangan di Sangego lebih baik dibandingkan dengan Stadion Benteng.

Kemudian Indra menuju la­pangan RPL Jatiuwung. Di sini, pelatih yang berjaya dengan timnas U 19 itu menyebutkan sejumlah kekurangan yang ha­rus diperbaiki jika ingin dapat digunakan. Diantaranya, rum­put liar Putri Malu harus dicabut serta ada tanah bergelombang yang harus diratakan.

Indra selanjutnya mendatangi lapangan Yonif 203 Jatiuwung. Di tempat ini, dia menyatakan kepuasannya terhadap kualitas lapangan yang terjaga. Mantan pegawai BUMN itu hanya me­minta agar gawang yang terpa­sang diganti karena tidak sesuai standar.

Di kunjungan terakhirnya, dia menyaksikan lapangan Su­kun. Di sana, Indra kembali menyatakan ada kekurangan yang harus diperbaiki walau menyebutkan bahwa lapangan tersebut bisa digunakan untuk latihan setelah perbaikan.

Kendati melakukan peninjau­an lapangan, Indra membantah akan melatih Persikota di Liga 3. “Tidak. Saya tidak melatih Persikota di Liga 3,” ujar Indra kemarin.

Dia mengaku hanya ingin me­lihat infrastruktur pendukung klub profesional seiring rencana membangkitkan Persikota dari keterpurukan. Seperti diketahui, kata Indra, di masa mendatang tak ada lagi klub amatir. Seluruh klub sepakbola harus profesion­al sehingga wajib memenuhi persyaratan, seperti memiliki badan hukum, mempunyai fans klub serta fasilitas lainnya sep­erti lapangan berlatih.

Keinginan untuk membang­kitkan Persikota datang dari pertemuan antara Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah dengan Yusuf Mansur dan In­dra Sjafri awal pekan lalu. Kala itu, Arief menawarkan agar Yu­suf Mansur yang merupakan warga Karang Tengah Kota Tangerang untuk mengurus Persikota. Hanya saja belum dibahas teknis pengambila­lihan Bayi Ajaib oleh penga­suh Pondok pesantren Daarul Quran tersebut.

“Perlu ada kesamaan visi ter­lebih dahulu sebelum mengam­bil alih Persikota. Ustad Yusuf Mansur inginnya sih Persikota merger lebih dahulu dengan Persitangsel. Kemudian apabila ingin membeli Persikota, ke­pada siapa harus membayar,?” ujar Indra.

Persikota sudah berbentuk badan hukum. Sejumlah nama tercatat sebagai pendiri dalam akta pendirian badan usaha. Di­antaranya mantan manajer Per­sikota Jalal Jalil.

Manajer Persikota di musim 2017 Mahdiyar menyatakan ini adalah kesempatan emas bagi klub tersebut untuk bangkit. Karena itu, dia berharap agar proses pengambilalihan dapat berjalan lancar.

“Ustad Yusuf Mansur tak han­ya mengincar Persikota tapi ada juga klub lainnya. Sehingga say­ang apabila kesempatan ini dile­watkan,” ujar Mahdiyar.

Ketua PSSI Kota Tangerang Mas Kosasih menyambut gembi­ra rencana Ustad Yusuf Mansur dan Indra Sjafri membangkitkan Persikota. Dia menyatakan akan melakukan pertemuan dengan pengurus Persikota maupun pi­hak lain yang berkepentingan untuk memperlancar proses tersebut. (gatot/dm)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.