1.125 Rumah dan 31 Bangunan Rusak

LEBAK, SNOL—Jumlah rumah yang mengalami kerusakan akibat gempa bumi di Kabupaten Lebak bertam­bah. Data terbaru Kementrian So­sial menunjukkan sebanyak 1.125 rumah dan 31 unit sarana umum rusak. Bantuan kepada para korban telah mulai berdatangan.

Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos Harry Hikmat ke­marin mengatakan, sebanyak 157 rumah rusak berat dan 968 rusak ringan. Sementara itu, sebanyak 31 sarana umum dilaporkan rusak, 5 di antaranya rusak berat.

Setelah menginventarisasi keru­sakan akibat gempa, Kemensos akan menentukan langkah selanjutnya. Ini, menurut Harry, terkait dengan pemberian bantuan kepada korban gempa oleh pemerintah pusat atau­pun pemerintah daerah. Kemensos juga telah memberikan bantuan lo­gistik kepada korban gempa. Bantu­an bahkan diberikan langsung oleh Mensos Idrus Marham.

“Kemensos mengirimkan bantuan logistik senilai Rp 243.038.350. Selain itu, se­banyak lebih dari 1.000 orang Taruna Siaga Bencana terjun membantu korban gempa,” ujar Harry.

Menurutnya, periode tanggap darurat menjadi perhatian seri­us Kemensos. Harry menyebut Kemensos juga menurunkan beberapa pejabatnya untuk tu­run langsung ke lokasi gempa guna memberikan bantuan ke­pada korban.

“Di antara bantuan yang dis­ampaikan adalah paket lauk pauk sebanyak 640 paket, beras 2 ton, selimut 300 lembar, tenda gulung 200 lembar, dan sandang 100 paket,” tuturnya.

“Bantuan logistik dilakukan dengan bantuan sebanyak 1.030 orang Tagana dan personel dinas sosial ke beberapa titik bencana. Bantuan logistik difokuskan ke­pada 92 KK yang rumahnya ru­sak berat,”tandasnya.

Menteri Sosial Idrus Marham kemarin melakukan kunjungan ke korban gempa di Kecamatan Panggarangan, Kabupaten Leb­ak. Dalam kunjungannya, Men­sos melihat secara langsung kondisi korban sekaligus mem­berikan bantuan.

Mensos dan rombongan tiba di kantor kecamatan Paggarangan sekira pukul 11.50 WIB dan dis­ambut Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya dan Wakil Bupati Lebak, Ade Sumardi, Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumi, Danrem 064/MY Kolonel Czi. ito Hediarto dan Kapolres Lebak AKBP Dani Arianto. Dikatakan Idrus Mar­ham, kedatangannya diperintah­kan langsung presiden.

“Intinya adalah bahwa apa­bila ada masyarakat yang ter­kena bencana termasuk gempa bumi ini, maka seluruh jajaran pemerintahan pusat dan daerah dan seluruh elemen masyara­kat harus bersama-sama ber­satu bergotong-royong untuk melakukan apa saja dalam rang­ka untuk mengatasi apa yang di­alami oleh masyarakat kita,” ujar Idrus.

Mensos RI menegaskan, pi­haknya sudah meminta tim dari Kementerian Sosial untuk berkoordinasi dengan pemerin­tah daerah baik Provinsi mau­pun Kabupaten, terkait pen­anganan pasca bencana. “Kita selalu koordinasi, pada tahap awal sudah kita berikan bantu­an dan saya kira ini tentu belum cukup, perlu langkah-langkah yang harus kita ambil yang me­mang ada kerusakan berat dan rumahnya tidak bisa lagi di­tempati tentu kita harus meny­iapkan tempat. Yang rumahnya rumah rusak ringan juga harus diperhatikan, kita pastikan bah­wa tidak ada satupun di antara rakyat kita yang tidak diurusi karena itu arahan presiden,” pa­parnya.

Bupati Lebak, Iti Octavia Jaya­baya menyambut baik bantuan yang diberikan baik Pemerintah Provinsi Banten maupun Ke­mensos bagi masyarakat yang terkena dampak bencana. Bu­pati menghimbau agar masyara­kat tetap waspada terutama bagi warga yang tinggal di pesisir pantai.

Wakil Gubernur Banteni Andi­ka Hazrumy dalam kesempatan itu melaporkan secara langsung kepada Mensos terkait kronolo­gi peristiwa bencana alam terse­but. Dimana berdasarkan data yang berhasil dikumpulkan oleh Badan Penanggulangan Ben­cana Daerah (BPBD) Provinsi Banten terdapat empat Kabu­paten Kota di Provinsi Banten yang terdampak gempa. 18 ke­camatan diantaranya memiliki dampak terparah.

Andika mengungkapkan BPBD telah langsung turun ke lapangan beserta relawan ta­runa siaga bencana (Tagana) untuk melakukan inventari­sir korban serta membangun posko-posko bantuan dis­ejumlah titik yang terdampak gempa.

“Teman relawan dari Tagana sudah ada 215 personil yang siap di Kabupaten Lebak dan 40 personil lainnya di Kabupaten Lebak,” lanjutnya.

Hingga saat ini Pemprov Bant­en telah menyalurkan sejum­lah bantuan berupa beras, se­limut, matras, lauk pauk, tenda gunubg serta bantuan lainnya dengan nilai mencapai Rp 230 juta rupiah.

Di tempat terpisah, Gubernur Banten Wahidin Halim memas­tikan Pemprov sudah meny­iapkan dana tak terduga untuk membantu korban bencana tersebut. Wahidin mengatakan sudah menugaskan Wakil Gu­bernur Andika Hazrumi untuk meluncur ke daerah-daerah ter­dampak bencana guna memas­tikan kondisi yang sebenarnya terjadi.

“Kita sudah tugaskan wakil (Andika Hazrumi) turun, karena ada menteri sosial kita inven­tarisasi berapa sih sebetulnya, sejatinya, kita pilah korbannya yang rusak berat, rusak ringan, nanti kita hitung. Langkah-lang­kah evakuasi dan pendataan su­dah dilakukan sejak kemarin,” kata Wahidin saat ditemui usai panen jagung di Kecamatan Pamarayan, Rabu (24/1). (sidik/mulyana/dm/sidik/gatot)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.