Andika Siap Jadi Jurkam di Pilkada

Masih Tunggu Instruksi DPP Golkar

KOTA SERANG, SNOL – Wakil Guber­nur (Wagub) Banten Andika Haz­rumy mengaku siap menjadi juru kampanye (jurkam) pada Pilkada serentak 2018 di empat daerah yakni Kabupaten Tangerang, Kabu­paten Lebak, Kota Serang dan Kota Tangerang, jika DPP Partai Golkar merekomendasikannya. Sejauh ini partai besutan Airlangga Hartarto tersebut belum menugaskan secara khusus kepada orang nomor dua di Banten itu untuk menjadi jurkam.

“Sejauh ini belum (direkomen­dasikan jadi jurkam,red), kalau­pun nanti saya diperintahkan DPP (Partai Golkar-red) tentu sebagai kader saya harus siap,” kata Andika, Selasa (23/1) lalu saat dimintai ko­mentarnya terkait peluang menjadi jurkam di pilkada serentak.

Dikatakan Andika, jika dirinya masuk radar jurkam, tentu ia akan mengambil cuti yang disampaikan ke Kementerian Dalam Negeri (Ke­mendagri) RI. Keharusan itu diatur dalam Undang-Undang (UU) No­mor 10 / 2016 yang direvisi melalui UI Nomor 7 / 2017 tentang Pilkada. “Sebagai pejabat negara saya harus taat azas dan aturan, lagi pula cuti diambil untuk menghindari konflik kepentingan,” paparnya.

Saat disinggung terkait komuni­kasi dengan DPP Partai Golkar soal jurkam, Andika mengaku hingga saat ini belum ada pembicaraan khusus. Ia hanya diberitahu oleh DPP Partai Golkar bahwa dirinya masuk kepengurusan DPP dengan jabatan Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Provinsi Banten. “Ini tentu amanah yang harus saya emban. Namun tentu tidak boleh meng­ganggu kinerja saya sebagai Wagub Banten,” paparnya.

Sementara, Ketua Bawaslu Bant­en Didih M. Sudi menyatakan, ke­pala daerah atau wakil kepala dae­rah pada saat cuti menjadi jurkam salah satu pasangan calon yang ikut pilkada tidak boleh menggu­nakan fasilitas negara. Pihaknya tentu akan melakukan pengawasan secara melekat agar hal-hal yang ti­dak diinginkan tidak boleh terjadi. “Ingat satu hal lagi, kepala atau wakil kepala daerah yang menjadi jurkam atau tim kampanye tidak boleh memobilisasi ASN atau PNS untuk mencoblos salah satu pasangan calon tertentu. Sanksinya sangat berat,” imbuhnya. (ahmadi/made)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.