Investasi Aman, Investor Nyaman (2/Selesai)

Oleh: Airin Rachmi Diany

Walikota Tangerang Selatan

 

KENYAMANAN merupakan dambaan para pelaku usaha. Tak terkecuali di Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Sebagai kota yang mengan­dalkan kawasan hunian, perdagangan dan jasa, Pemkot Tangsel terus berinovasi mem­fasilitasi segala aspek kemudahan investasi.

Upaya yang dilakukan Pemkota Tangerang mulai dari fasilitas transportasi, perizinan, regulasi, peningkatan sumber daya ma­nusia, bonus demografi dan banyak aspek lainnya.

Dalam hal transportasi misal­nya, mulai menjajaki penerapan Mass Rapid Transit (MRT) dan Light Rail Transit (LRT) dengan DKI Jakarta yang akan melintasi kawasan Tangsel.

Kota Tangsel sebagai kota pe­nyangga Ibukota Jakarta, tentu memiliki kompleksitas masalah tersendiri, terutama transporta­si. Mengapa demikian? Karena warga yang bekerja di Jakarta banyak tinggal di Kota Tangsel, sehingga saat pagi dan sore hari jalanan menjadi padat. Itulah mengapa Pemkot mendorong MRT dan LRT bisa tersambung ke wilayah Tangsel agar menjadi daya tarik orang tinggal di Kota Tangsel.

Sedangkan cara mengatasi ke­macetan, kini hadir lima Stasiun Comuter Line penghubung Ja­karta. Masyarakat sangat dimu­dahkan melalui jasa tranpos­tasi ini. Waktu cepat pelayanan nyaman. Terlebih sebentar lagi pembangunan Terminal Pon­dok Cabe akan dioperasikan. Ini menambah komitmen Pemkot Tangsel dalam melayani ma­syarakat dalam bidang transpor­tasi.

Maka dari itu, jika pertum­buhan ekonomi terus berjalan sepanjang iklim investasi terus tumbuh, keamanan dan periz­inan serta aturan kita jaga, pasti masyarakat akan nyaman di tinggal di Tangsel. Dan Pemkot Tangsel tidak khawatir adanya penurunan pendapatan asli daerah (PAD) karena banyak potensi yang bisa digali jika para investor nyaman berinvestasi di Kota Tangsel.

Di tahun ini, arahnya kepa­da semua Organisasi Perang­kat Daerah (OPD) penghasil dipecah guna mendongkrak pendapatan. Misalnya bidang aset, bisa kelola aset yang be­lum termaksimalkan, melalui izin pemanfaatan dan lainnya, itu bisa untuk menambah PAD. Begitu juga dengan membuat formula agar sumber pendapa­tan daerah tidak bertumpu pada PBB dan BPHTB saja, tetapi ke­pada yang lain-lainnya.

Berkaitan dengan bonus de­mografi, saat ini jumlah pen­duduk di Tangsel 1,4 juta jiwa. Diprediksi pada tahun 2030 akan mencapai 3 juta jiwa den­gan struktur usia, sebanyak 67 persen berusia produktif antara 15 tahun hingga 60 tahun, sisan­ya anak dan balita. Sementara luas wilayah Kota Tangsel hanya 7 kecamatan. Bisa dibayangkan ke depan Tangsel seperti apa.

Guna mempersiapkan ke de­pan masyarakat produktif, Pem­kot Tangsel memberikan banyak fasilitas berupa peningkatan Sumber Daya Manusia tingkat usaha kecil menengah dan in­fustri kecil menengah. Pelaku UKM dan IKM diberikan pela­tihan supaya mereka bisa man­diri.

Sekarang semua berkompetisi dalam menghadapi dunia se­makin maju. Mari berkreasi dan berinovasi. Kami mengajak gen­erasi muda Tangsel lebih inova­tif lagi. Di satu sisi, Tangsel men­jadi kota tujuan bagi pendatang setiap tahunnya. Jadi untuk bisa bersaing maka harus survive. Selamat bekerja. (*/tim/sn/bp/tp)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.