Ratusan Rumah Rusak Diguncang Gempa

Paling Banyak di Kabupaten Lebak

RANGKASBITUNG, SNOL—Guncangan gempa bumi 6,4 skala richter menyebabkan ratusan rumah di Kabupaten Lebak dan Pandeglang ru­sak, Selasa (23/1). Goyangan akibat gempa yang berpusat di Samudera Hindia dengan kedalaman 64 km dirasakan hingga Tangerang, Jakarta bah­kan Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Gempa merusak sedikitnya 478 rumah di 13 kecamatan di Kabupaten Lebak. Sebanyak 409 rumah rusak ringan dan 69 rusak berat. Kerusakan terbanyak berada di kecamatan Cilograng dengan 149 unit, kemudian di kecamatan Cijaku sebanyak 120 unit dan Panggarangan sebanyak 92 unit.

Guncangan gempa juga me­nyebabkan Engkus, warga Kam­pung Bayah Satu, Desa Bayah Barat, Bayah, Lebak harus dilari­kan ke rumah sakit. Dia tersen­gat listrik saat membetulkan ka­bel di rumahnya ketika gempa terjadi.

Kepala Pelaksana BPBD Lebak, Kaprawi menjelaskan lokasi gem­pa yang tidak berpotensi tsunami tersebut lebih dekat dengan Ke­camatan Panggarangan. PLN, kata Kaprawi, mematikan aliran listrik ke wilayah Lebak Selatan untuk mencegah peristiwa yang tidak diinginkan. Walau tak berpotensi tsunami, BPBD mengungsikan warga di pesisir pantai ke arah per­bukitan.

“Untuk saat ini data yang masuk 478 rumah di tiga belas kecamatan mengalami rusak berat ringan dengan kondisi re­tak-retak, satu orang dirawat di Puskesmas Bayah, satu Puskes­mas rusak ringan di Kecamatan Lebak gedong dan satu kantor desa rusak ringan Data ini baru sementara hingga pukul 19.00 WIB. Jumlah kerusakan akibat gempa bumi masih akan bert­ambah,” ujar Kaprawi, kemarin.

Kasi Kedaruratan dan Logis­tik BPBD Lebak, Madlias men­gatakan, bantuan kedaruratan telah disalurkan ke 12 keca­matan. Diantaranya beras, air mineral dan kebutuhan pokok lainnya.

Di Pandeglang, gempa bumi mengakibatkan atap gedung serba guna sekolah Cahaya Madani Banten Boarding School (CMBBS) berukuran sekitar 15×10 di Kecamatan Majasari, ambruk. Selain itu, dua rumah milik warga di Kabupaten Pan­deglang yakni Een warga Kam­pung Karyamukti RT 01/01, Desa Geredung, Kecamatan Bo­jong, dan Emed warga Kampung Beungbeu RT 012/005, Desa Karyasari, Kecamatan Sukares­mi Kabupaten Pandeglang, juga rubuh.

Wakil Kepala Sekolah Bagian Sarana dan Prasarana CMBBS, Ngadimin mengungkapkan, pada saat kejadian ambruknya atap gedung, ia dan 2 orang petugas kebersihan sedang membereskan kursi untuk keg­iatan pertemuan kepala sekolah se-Provinsi Banten yang akan digelar esok hari.

Saat kejadian lanjutnya, KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) disejumlah ruang kelas masih berlangsung. Sehingga ketika di­guncang gempa, para siswa ber­hamburan melarikan diri keluar kelas, bahkan beberapa diantara siswa sempat mengalami syok.

“Untung tidak ada korban jiwa. Dan gempa juga menye­babkan kerusakan pada AC, soundsystem, dan CCTV. Se­dangkan kerugian yang akibat kejadian itu ditaksir diatas Rp 100 juta,” jelasnya.

Wakil Gubernur Banten, An­dika Hazrumy meninjau se­jumlah lokasi yang terdampak gempa bumi. Tujuan pertama, diarahkan ke sekolah Cahaya Madani Banten Boarding School (CMBBS) di Kecamatan Majasa­ri, Kabupaten Pandeglang, yang ambruk.

Menurut Andika, Pemprov Banten belum menetapkan status apapun terkait bencana gempa yang terjadi. Karena saat ini katanya, Pemerintah masih memvalidasi kerusakan yang terjadi. Karena kemungkinan masih ada kerugian atau korban yang belum terdata.

“Kami belum menetapkan status apapun, karena saat ini kami masih menghimpun data yang valid sekaligus meninjau ke lapangan. Mudah-mudahan tidak ada masalah berarti. Teta­pi mungkin korban masih ada yang bertambah, tetapi semoga tidak parah dan korban jiwa,” harapannya.

Di sisi lain katanya, Pemprov juga tengah menyiapkan pemu­lihan pasca bencana. Nantinya Pemprov Banten akan berkoor­dinasi dengan Pemda Lebak dan Pandeglang melalui Dinsos dan BPBD.

“Posko juga sudah dibuat baik dari koordinasi dari Polda, Pemprov, dan Pemkab. Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak panik, saling menjaga keluarga,” pung­kasnya.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Pur­wo Nugroho menyatakan gem­pa berkekuatan 6,1 SR dirasakan di daerah Jakarta, Banten, Lam­pung, Jawa Barat, dan Jawa Ten­gah. Intensitas gempa di Jakarta dan Tangerang masuk kategori ringan hingga sedang. Akibat­nya, masyarakat berhamburan keluar bangunan dan rumah. Masyarakat yang berada di per­kantoran, apartemen, hotel dan bangunan yang tinggi mera­sakan guncangan lebih keras se­hingga panik.

Berdasarkan data sementara, gempa juga menyebabkan 6 pelajar luka berat dan 2 pela­jar luka ringan akibat tertimpa genteng yang runtuh di SMK Tenggeung Kecamatan Tang­geung Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Juga terdapat 1 rumah rusak berat di Desa Tanggeung dan 1 rumah rusak berat di Desa Pagermaneuh. Di Kabupaten Sukabumi terdapat 9 rumah ru­sak ringan, 1 rumah rusak se­dang, 1 masjid rusak berat, dan 2 fasilitas umum kesehatan rusak ringan.

Di Kabupaten Bogor terdapat beberapa rumah dan bangu­nan rusak di Kecamatan Su­kajaya, Kecamata Nanggung, Kecamatan Megamendung, Kecamatan Caringin, dan Ke­camatan Cijeruk. Sebanyak 7 rumah rusak berat dan 5 rumah rusak ringan. (nipal/mulyana/ahmadi/gatot)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.