379 Peserta Jambore IMP Adu Kemampuan

Upaya Menekan Laju Pertumbuhan Penduduk

TANGERANG, SNOL—Peserta Jambore Institusi Masyarakat Pedesaan (IMP) adu kemampuan pada lomba cerdas cermat IMP, lomba cerdas cermat PIK-R, lomba yel-yel, lomba KIE IMP, lomba KIE PIK-R, senam bersama, motivator peningkatan kinerja. Ke­giatan tersebut digelar oleh Dinas Pengendalian Pendudukan dan Ke­luarga Berencana (DPPKB) Kabupat­en Tangerang, Kamis (25/1).

Kepala DPPKB Kabupaten Tangerang, Teteng Jumara men­gatakan, dalam upaya percepatan pencapaian perwujudan keluarga kecil bahagia dan sejahtera, serta me­ningkatkan akses dan kualitas pelay­anan KB, DPPKB menggelar Jam­bore IMP 2018 bertempat di Hotel Yasmin, puncak Bogor. Kegiatan ini diikuti oleh 379 kader dari Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (PPKBD), tribina Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UP­PKS), Bina Keluarga Lansia (BKL), Bina Keluarga Balita (BKB) dan Pusat Informasi Konseling Remaja (PIK-R).

“Kader-kader tersebut didatang­kan dari tiap desa dan kecamatan, masing masing satu orang keter­wakilan,” ujarnya kepada Satelit News.

Teteng menjelaskan, Jambore IMP adalah suatu kegiatan yang bertujuan memberikan apresiasi penghargaan kepada para kader IMP, serta meningkatkan wawasan, pengetahuan dan keterampilan di dalam pengelolaan program Kepen­dudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK). Ia berharap lewat kegiatan itu dapat meningkatkan kualitas dan kemam­puan petugas KB di lapangan, guna menunjang program-program DP­PKB dalam menekan laju pertumbu­han penduduk.

“Jambore IMP ini sangatlah pent­ing dan strategis, sebagai bentuk komitmen kita dalam memantapkan peran, tugas dan kepedulian dalam peningkatan kinerja pelaksanaan program Kependudukan dan Kelu­arga Berencana (KKB) di Indonesia, khususnya di Kabupaten Tangerang,” kata Teteng.

Teteng mengaku, DPPKB berusaha untuk menekan laju pertumbuhan penduduk Kabupaten Tangerang yang saat ini terbesar di Provinsi Banten. Pihaknya bersama ratu­san kader akan meningkatkan jum­lah peserta KB baru dan menjaga kelangsungan ber-KB pasangan usia subur atau peserta KB aktif yang ada di Kabupaten Kabupaten Tangerang.

“Terutama metode kontrasepsi jangka panjang atau dengan meng­gunakan Metoda Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP),” ujarnya. Menurut­nya, jambore juga menjadi ajang tu­kar menukar informasi, pengalaman dan pengetahuan antar peserta.

Sementara itu, Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar mengharap­kan  agar antar peserta dapat berdis­kusi berbagi pengalaman untuk me­nambah wawasan, serta menguatkan jalinan komunikasi antar petugas KB di kegiatan Jambore IMP ini. Di masa lalu kata dia, dunia mengakui bahwa Indonesia sangat berhasil mengen­dalikan pertumbuhan penduduk melalui program KB. Namun saat ini, kegiatan edukasi, informasi dan ko­munikasi terhadap program KB, KKB mengalami penurunan baik intensi­tas maupun mutu. (mg1/aditya)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.