Kapal Cargo MV Berkah 45 Terdampar

Tak Sanggup Berlabuh Akibat Cuaca Ekstrem    

LABUAN,SNOL–Kapal Cargo MV Berkah 45, milik PT Usda Seroja Jaya (USJ) Jakarta, yang diketahui bakal mengangkut semen, terdam­par di pantai Bentengan, tepatnya di Kampung Karet, Desa Teluk, Keca­matan Labuan, Kabupaten Pande­glang, sekitar pukul 23.00 WIB, Rabu (24/01).

Informasi yang berhasil dihim­pun, kapal tersebut melaju dari arah Lampung menuju Bayah, Ke­bupaten Lebak. Yang direncanakan akan mengambil atau mengangkut semen. Karena kondisi cuaca buruk atau ekstrim, dalam perjalanannya kapal itu terganggu. Sehingga, terba­wa arus sampai terdampar di pesisir laut Bentengan.

Jarak terdamparnya kapal Cargo di karang tersebut, hanya sekitar 50 meter dari bibir pantai. Adapun isi dalam kapal itu, sebanyak 24 Anak Buah Kapal (ABK) dan kini para ABK tersebut berhasil dievakuasi dari ka­pal yang dibantu oleh masyarakat sekitar, sekitar pukul 11.00 WIB, Ka­mis (25/1).

Terdamparnya kapal tersebut, sempat menjadi tontonan warga sekitar. Ratusan warga di Kecamatan Labuan, berbondong-bondong datang untuk melihat lebih dekat. Bahkan, hal itu dimanfaatkan para pedagang keliling untuk menjajakan barang dagangannya.

Seorang ABK yang enggan dise­but namanya mengatakan, kapal tersebut terdampar sejak semalam, dikarenakan cuaca ekstrem. Ren­cananya, kapal akan mengambil semen ke Bayah, Kabupaten Lebak. “Dari semalam (Rabu,24/1,red) sekitar jam 11-an, kami terdampar disini. Kami di kapal ada sekitar 24 orang, semuanya asal dari Jawa, Semarang dan Solo. Kapal ini ko­song, karena mau ngangkut semen dari Bayah, terus ke Lampung,” kata pria berbadan tinggi ini, Kamis (25/1).

Menurutnya, ia dibantu dicari­kan tempat untuk menginap oleh warga sekitar. Kalau untuk kondisi kapal katanya, masih terdampar dan belum dapat ditarik. Cuacanya masih ekstrem. “Palimg nanti agen kami yang mengurus kapal,” tan­dasnya.

Terpisah, Kapolsek Labuan, Kom­pol Syahril Minda membenarkan hal tersebut. Dalam kejadian itu ka­tanya, tidak ada korban jiwa mau­pun luka-luka. Pihaknya juga sudah melaporkan kejadian itu ke Kapolres Pandeglang.

“Kami juga sudah berkoordinasi dengan Syahbandar, terkait ka­pal tersebut. Karena cuaca masih ekstrim, jadi kapal itu belum bisa di evakuasi, menunggu cuaca mem­baik,” tandasnya. (nipal/mardiana)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.