Pembayaran Non Tunai Bergulir

Dinkop Akui Ada Pihak Ketiga Ingin Sistem Cash

CIPUTAT, SNOL — Dinas Koperasi dan UKM Kota Tangerang Selatan tahun 2018 ini sudah siap melaksanakan sistem pembayaran non tunai. Sistem ini sesuai dengan surat edaran yang dikeluarkan oleh Kementerian Da­lam Negeri (Kemendagri) dengan nomor 910/1867/SJ dan berlaku mu­lai 1 Januari 2018.

Kasubag Umum dan Kepegawaian Dinkop dan UKM Tangsel,  Ike Farida mengatakan, untuk sistem pemba­yaran belanja non tunai di lingkup Dinkop sudah siap dilaksanakan. Saat ini dinasnya tengah membahas berbagai kegiatan yang akan direal­isasikan di tahun 2018 ini.

“InsyaAllah Februari mendatang kegiatan mulai bergulir dan sistem pembayaran non tunai sudah mulai diberlakukan,” ujarnya kepada Satelit News, Kamis (25/1).

Meski sistem pembayaran non tu­nai ini sudah digembor-gemborkan sejak tahun 2017 lalu namun masih ada saja pihak ketiga yang meng­inginkan pembayaran dengan sistem cash. “Ada yang maksa ingin tetap pakai sistem cash, tapi kami tetap ikuti aturan saja dengan sistem non tunai, “ terangnya.

Sebelumnya diberitakan, imu­lai tahun 2018 ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tang­sel) menerapkan pembayaran be­lanja yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) dengan sistem transaksi non tunai.

Pembayaran belanja non tunai tersebut sesuai dengan surat edaran yang dikeluarkan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dengan nomor 910/1867/SJ dan berlaku mu­lai 1 Januari 2018.

Kepala Badan Pengelolaan Keuan­gan dan Aset Daerah (DPKAD) Kota Tangsel Warman Syahnudin menga­takan, transaksi non tunai bertujuan untuk pengelolaan keuangan daerah yang aman, efektif, efisien, trans­paran, akuntabel, dan mencegah ter­jadinya tindak korupsi.

“Pembayaran belanja secara non tunai bagi kami sangat mempermu­dah pengelolaan keuangan daerah. Jelas dari segi waktu sangat efisien dan efektif bila dibandingkan dengan pembayaran tunai. Apalagi, transaksi non tunai ini juga akan mempermu­dah perputaran ekonomi di Tangsel,” ungkap Warman, Rabu (17/1) lalu.

Semua transaksi pembayaran apapun jenisnya, baik kontraktual, penunjukan langsung, belanja pe­gawai, publikasi, pembayaran pe­gawai dan lainnya semua diberlaku­kan non tunai. Adapun alat transaksi non tunai yang dapat digunakan sep­erti kartu, cek, bilyet, giro, dan uang elektronik atau sejenisnya.

“Jadi transaksinya bisa transfer baik melalui cek, giro, bilyet dan lain­nya. Untuk perbankan silakan apa saja,” ungkapnya.

Kebijakan pemerintah pusat yang langsung mengintruksikan sistem pembayaran non tunai ini selain mempermudah pengelolaan keuan­gan pemerintah daerah juga selaras dengan motto dan visi misi Walikota Tangsel yakni Terwujudnya Tangsel Kota Cerdas, Berkualitas dan Ber­daya Saing Berbasis Teknologi dan Inovasi. (jarkasih)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.