Pemkot Tangerang Raih Predikat B

Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah

TANGERANG, SNOL—Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang menerima penghargaan Laporan Hasil Evalu­asi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LHE AKIP) dari Ke­menterian Pendayagunaan Apara­tur Negara dan Reformasi Birokrasi. Berdasarkan Hasil Evaluasi terhadap Sistem Akuntabilitas Kinerja Instan­si Pemerintah (SAKIP) tahun 2017 yang dilakukan Kemenpan RB, kin­erja Pemerintah Kota Tangerang mendapatkan predikat Baik atau B, naik dari tahun lalu yang mendapat­kan predikat C.

LHE AKIP tahun 2017 tersebut diterima langsung Wali Kota Arief R Wismansyah dari Menteri Pendaya­gunaan Aparatur Negara dan Refor­masi Birokrasi (MenPanRB) Asman Abnur di Batam, Kamis (25/1). Arief seusai acara menyampaikan rasa syukur atas diraihnya predikat B dalam penyelenggaraan Pemerintah Kota Tangerang.

“Syukur alhamdulillah karena usaha yang kita lakukan untuk membenahi akuntabilitas dan transparansi peny­elenggaraan pemerintahan di kota Tangerang membuahkan hasil,” ujarnya.

“Dimulai dari peningkatan pelay­anan publik dimana kita terus beru­paya mempermudah akses pelay­anan publik ke masyarakat melalui pemanfaatan teknologi informasi,” jelasnya.

“Belum lagi program kebijakan yang memang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan masyara­kat mulai dari program Tangerang Cerdas, Tangerang Sehat dan juga Tangerang Berbenah. Artinya ma­syarakat bisa merasakan langsung program yang kita canangkan,” sam­bungnya.

Sementara itu, Asman Abnur dalam sambutannya meminta agar para Aparatur Sipil Negara (ASN) dapat mewujudkan birokrasi yang efisien. Hal tersebut dapat ditunjuk­kan melalui penggunaan anggaran negara yang sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

Dikatakannya bahwa terdapat dua hal yang harus dipahami oleh setiap instansi pemerintah dalam mewu­judkan birokrasi yang efisien, yaitu pertama memastikan bahwa ang­garan hanya digunakan untuk mem­biayai program/kegiatan prioritas yang mendukung pencapaian tujuan pembangunan.

“Kemudian yang kedua memasti­kan bahwa penghematan anggaran yang dilakukan hanya dialokasikan pada kegiatan-kegiatan yang pent­ing atau yang mendukung kinerja in­stansi,” ujarnya.

Lebih lanjut dirinya mengajak para aparatur agar merubah mind set dari yang awalnya bermental menghabiskan anggaran menjadi mental memberi manfaat dari hasil kerja yang dilakukan. (gatot)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.