Dampak Gempa Semakin Meluas

2.760 unit rumah rusak di 73 Kecamatan

TANGERANG, SNOL—Dampak kerusakan yang ditimbulkan gempa 6,4 skala richter di wilayah Lebak, Selasa (23/1) semakin meluas. Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat imbas gempa berada di 73 kecamatan di 9 ka­bupaten/kota pada 3 provinsi yakni Jawa Barat, Banten dan DKI Jakarta. Hingga kemarin 1 orang dinyatakan tewas, 7 luka berat dan 4 lain­nya luka ringan akibat gempa.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Pur­wo Nugroho mengatakan se­banyak 2.760 unit rumah rusak. Dengan rincian 291 rusak berat, 575 rusak sedang dan 1.894 ru­sak ringan.

“Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Lebak adalah dae­rah yang paling banyak terdapat kerusakan bangunan rumah karena posisinya berdekatan dengan pusat gempa,” beber Su­topo.

“Selain itu juga terdapat keru­sakan bangunan lainnya meli­puti 7 unit fasilitas peribadatan, 2 unit fasilitas kesehatan, 17 unit fasilitas pendidikan, 6 unit kan­tor/gedung pemerintahan, dan 63 unit fasilitas umum,” tambah Sutopo.

Sutopo menyampaikan bah­wa kerugian dan kerusakan diperkirakan sampai ratusan miliar rupiah. BNPB pun telah menyalurkan bantuan logistik senilai Rp 302,9 juta. Bantuan berupa sandang 25 paket, tenda gulung 20 lembar, karung plastik 3.000 lembar dan kantung mayat 5 lembar.

Untuk sehari-hari diberikan, perlengkapan sekolah 300 pa­ket, perlengkapan makan 160 paket, paket rekreasional 140, peralatan dapur keluarga 40, kidsware 45 paket, familykit 10 paket dan paket kesehatan ke­luarga 10 paket. Selain itu juga bantuan 1 unit mobil double gardan untuk operasional BPBD.

“Data mengenai rumah rusak segera diverifikasi agar proses rehabilitasi dan rekonstruksi cepat diselesaikan nantinya. Penanganan bencana tetap mengedepankan peran dan tanggung jawab Pemda Leb­ak dalam penanganan daru­rat, penyediaan logistik untuk masyarakat terdampak untuk ditetapkan dalam surat keputu­san Bupati,” pungkasnya.

Data BPNB tersebut masih dapat berubah. Sebab, Badan Penanggulangan Bencana Dae­rah (BPBD) dan Pemerintah Kabupaten Lebak masih terus melakukan pendataan dan vali­dasi kerugian materil yang di­alami akibat gempa bumi.

Koordinator Kebencanaan Pemkab Lebak Budi Santoso mengatakan hingga kemarin, pihaknya masih menerima data tambahan jumlah rumah yang rusak. Bahkan ada pula gedung pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas), sarana ibadah, serta sekolah yang rusak.

Hingga Jumat (26/1) pukul 15.00 WIB, Pemkab Lebak men­catat jumlah rumah rusak ringan sedang dan berat, sebanyak 1. 834, sekolah rusak ringan dan sedang 50 unit, sarana ibadah delapan unit, fasilitas gedung sarana pelayanan sebanyak 4 unit.

“Jumlah yang terkena dampak bencana alam sebanyak 22 keca­matan dan 90 desa,”terangnya.

Kepala Pelaksana BPBD Leb­ak, Kaprawi menambahkan hingga kemarin pihaknya masih melakukan pendataan terha­dap jumlah rumah yang rusak. Menurut Kaprawi. masih ada pihak-pihak seperti dari aparat desa maupun kecamatan yang melaporkan data jumlah rumah susulan ke BPBD.

“Hari ini saja (kemarin-red), ada aparat Kecamatan Ci­jaku yang melaporkan rumah rusak sedang dan ringan yang harus kami validasi datanya,”pungkasnya.

Sementara itu, gempa susu­lan terus terjadi di Kabupaten Lebak. Ya, sejak guncangan per­tama pada Selasa (23/1), Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat 53 kali gempa susulan. Sekalipun memang dengan magnitudo yang lebih kecil.

“Gempa susulan ini adalah peristiwa alamiah dimana setelah gempa besar diikuti gem­pa-gempa susulan dalam rangka mencari keseimbangan sistem lempeng yang ada,” jelas Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho. (mulyana/gatot/jpg)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.