Dewan Minta Pemkot Cilegon Tegas

Soal Tempat Hiburan Malam

CILEGON,  SNOL- Masih membandelnya tempat hiburan malam (THM) yang beroperasi melebihi batas waktu jam tayang, kembali disorot beberapa pihak.  Termasuk di antaranya wakil rakyat yang duduk di kursi Komisi II DPRD Kota Cilegon.

Ketua Komisi II DPRD Kota Cilegon, Abdul Ghoffar mengatakan, Pemkot Cilegon harus bisa menegakkan Perda nomor 2 tahun 2003 tentang Perizinan Penyelenggaraan Hiburan. Sebab, di dalam Perda tersebut sangat jelas digarisbawahi, bahwa THM dilarang beroperasi melebihi pukul 00.00 WIB.

“Prinsipnya harus ditindak tegas kalau melanggar peraturan yang ada dan aparat penegak hukum, baik dari Pemda, dalam hal ini Satpol PP maupun kepolisian dan instansi keamanan lainnya harus konsisten melaksanakan aturan yang ada,” ujar Ghoffar, kemarin.

Pihaknya juga meminta agar seluruh pemilik atau penyelenggara hiburan malam dapat mematuhi aturan yang berlaku. Hal itu dimaksudkan supaya kondisi Kota Cilegon dapat kondusif.

“Penyelenggara hiburan harus ada kesadaran dalam beroperasinya,” imbuh Ghoffar.

Diketahui, dua hari lalu, petugas gabungan dari Dinas Satpol PP dibantu TNI dan Polri menggelar razia ke tempat hiburan malam (THM) di Kota Cilegon. Puluhan THM disisir petugas mulai dari yang ada di Jalan Protokol SA Tirtayasa, Jalan Ahmad Yani, PCI, Jalan Lingkar Selatan (JLS) sampai kawasan Merak.

Satu persatu THM dirazia petugas untuk penegakan Perda terkait waktu operasi atau jam tayang. Hasilnya, petugas menemukan pengunjung yang masih menikmati THM hingga batas waktu tayang yang ditetapkan. Petugas kemudian meminta pengunjung untuk untuk meninggalkan THM. Dalam razia itu,  petugas juga menyita ratusan botol minuman keras.

Kepala Dinas Satpol PP Kota Cilegon, Juhadi M Syukur mengatakan,  bahwa pihaknya tidak main-main dalam penegakan Perda tentang hiburan. Hal itu dilakukan dalam menindaklanjuti laporan masyarakat yang kian diresahkan dengan THM yang beroperasi hingga subuh.  “Razia rutin adalah bentuk keseriusan kami sebagai penegak Perda dengan dibantu petugas Polri dan TNI. Semoga saja dengan sering diadakannya razia tempat hiburan malam tertib mengikuti aturan yang berlaku. Kita juga akan rutin melaksanakan razia minimal satu bulan sekali,” tukas Juhadi.(nal/eky/bnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.