Puluhan KK Diserang Gatal-gatal dan Diare

Akibat Banjir yang Tak Kunjung Surut Selama Sepekan

PANIMBANG,SNOL–Sedikitnya 50 Kepala Keluarga (KK), di Kampung Keusik, Desa Mekarsari, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, mulai diserang penyakit gatalgatal dan diare. Karena, banjir yang diakibatkan luapan air sungai yang melanda wilayahnya sudah berlangsung sejak seminggu ini, tak kunjung surut.

Seorang warga, Rasta (25) mengungkapkan, banjir yang melanda Kampungnya itu merupakan dampak luapan air Sungai Seledengeun. Karena, intesitas hujan yang mengguyur wilayahnya dalam sepekan ini. Dimana, hampir setiap hari hu­jan terus mengguyur. Bahkan, aktivitas warga juga terhambat, akibat akses jalan tergenang air.

“Sudah hampir seminggu, banjir tak kunjung surut. Bahkan, lama kelamaan biasanya sema­kin besar, dengan ketinggian air bisa mencapai 2 meter. Kami be­lum ngungsi, karena kondisinya masih bisa ditanggulangi. Kalau sudah ketinggian mencapai 2 meter lebih, biasanya kami dan warga pasti ngungsi,” kata2 Rasta, Minggu (28/1).

Akibat penyakit yang diderita warga, aparatur Desa dan Keca­matan sudah mendata dan melaporkannya ke instansi terkait. Sayangnya, hingga kini belum ada penanggulangan langkah konkrit dari instansi tersebut. Sehingga, warga terpaksa ha­rus berobat masingmasing ke Puskesmas atau pusat kesehatan lainnya.

Camat Panimbang, Suaedi Kurdiatna mengaku, ia bersa­ma Kapolsek dan Kepala Desa (Kades) sudah mengumpulkan dana secara swadaya, untuk membantu warga terdampak musibah banjir tersebut. “Al­hamdulillah, dalam kesempa­tan ini kami terjun langsung memantau kondisi warga. Kami juga sudah memberikan bantuan berupa sembako dan makanan siap saji,” ungkap Suaedi, saat mengunjungi kor­ban banjir.

Ia juga mengakui, sebagian warganya mulai terserang berbagai penyakit. Makanya, ia sepakat bersama jajaran­nya (Muspika) untuk langsung mendirikan posko kesehatan. “Untuk melakukan pengobatan kepada warga yang sudah mu­lai terserang berbagai penyakit, kami menyediakan posko. Al­hamdulillah, secara berangsur warga berdatangan ke posko itu,” pungkasnya.

Ditambahkannya, ia su­dah melaporkan kondisi itu ke Badan Penanggulangan Ben­cana Daerah (BPBD) dan Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pan­deglang. Tetapi, sampai saat ini belum juga ada tindaklanjutnya.

“Saat ini, kami hanya ber­harap banjir segera surut, serta cuaca berangsur normal,” im­buhnya. (nipal/mardiana)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.