Seorang Siswa SMPN Menghilang di Sungai Ciujung

Diduga Tak Bisa Berenang, Hanyut dan Tenggelam

CIBADAK,SNOL–Diduga tidak bisa bere­nang, seorang pelajar Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Cibadak, Rudi bin Toto (15) warga Kampung Bah­bul, Desa Cikulur, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, sekitar pukul 12.30 WIB, Sabtu (27/1) hanyut di Sungai Ciu­jung. Tepatnya, di Desa Tambakbaya, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak.

Informasi yang dihimpun, hingga kini, jasad korban belum juga di temu­kan. Tim gabungan TNI/Polri, Basar­nas, Tagana, dibantu warga di bantaran Sungai Ciujung, bersamasama terus melakukan pencarian, dilengkapi pera­latan dan kebutuhan yang digunakan selama pencarian.

Diperoleh informasi, kejadian berawal pada pukul 12.30 WIB, Sabtu (27/1) lalu, 10 orang pelajar SMPN 2 Cibadak dengan SMP Banten Raya Cikulur berniat main, dengan memberhentikan sebuah mobil bak terbuka (Nge-BM). Setelah itu, ada masyarakat melihat puluhan pelajar yang hendak naik ke mobil dan melarangnya, dikhawatirkan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.

Diduga, puluhan siswa tersebut ta­kut kepada warga yang melarang me­naiki mobil bak terbuka itu. Maka, mereka berlarian kearah Sungai hingga akhirnya 1 orang pelajar yaitu, Rudi bin Toto loncat ke sungai dan hanyut.

“Para pelajar itu terjun ke Sungai Ciu­jung, di Desa Tambak Baya, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak. Sampai saat ini belum ditemukan,” Kata Ka­polsek Cibadak, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Ugum Taryana kepada Satelit News, Minggu (28/1).

Kapolsek menambahkan, saat ini ko­rban belum ditemukan. Lantaran, tim SAR gabung terkendala cuaca ekstrim. Namun, saat hujan reda, pencarian menggunakan perahu karet dan alat penyelam yang dibantu warga sekitar, akan diteruskan sampai korban dite­mukan.

“Kami masih melakukan pencarian.Namun, dari kemarin (Sabtu,red) sam­pai hari ini (Minggu,red), korban belum di temukan,” tandasnya.

Disinggung soal dugaan ketakutan para pelajar terhadap sejumlah warga, saat hendak menyetop mobil bak ter­buka apakah ada kaitannya dengan tawuran. Kapolsek menyatakan, belum dapat menyimpulkan sampai sejauh itu.

“Yang pasti, pelajar itu sempat dila­rang oleh warga untuk naik mobil bak yang biasa disetopnya. Akhirnya, mer­eka ketakutan dan lari ke arah sungai. Kami menduga, korban loncat ke sungai. Karena tidak bisa berenang, malah tenggelam dan hanyut,” imbuhnya. (mulyana/mardiana)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.