Alun-Alun Cilegon Dilirik Swasta

CILEGON, SNOL—Keberadaan Alun-alun Kota Cilegon diklaim mampu menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) 2018. Pasalnya, sudah ada pihak ketiga, yakni PT Simsera perusahaan dari Kota Jakarta yang sudah melirik untuk memasangan video tron dan neon box di sekitar alun-alun.

Kasubid Pemanfaatan Aset pada Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Cilegon, Hendra Pradipta mengatakan, dengan kerjasama dengan pihak ketiga, Pemkot Cilegon mampu mendapatkan pemasukan PAD di 2018 sebesar Rp 132 juta untuk pemasangan videotron dan neon boks.

“Jadi, nanti pemasangan video tron dan neon box ini akan dipasang di beberapa titik Alun-alun. Untuk video tron akan di tempatkan di 10 titik. 1 titik pemasangan video tron akan menyumbang PAD sebesar Rp 1 juta x 10 titik x 12 bulan. Sementara untuk neon boks Rp 100 ribu x 10 titik x 12 bulan. Jadi, kalau ditotalkan semunya, PAD yang dihasilkan dari pemasangan video tron dan neon boks sebesar Rp 132 juta pertahun,” urai Hendra, beberapa waktu lalu.

Ia menjelaskan, jika pola kerjasama yang dilakukan oleh Pemkot Cilegon melalui Bidang Aset pada BPKAD ini sudah diatur dalam Perda nomor 10 tahun 2013 tentang Pemakaian Kekayaan Daerah. Bahkan, kerjasama ini nantinya pun akan diikat dengan perjanjian selama lima tahun, sesuai dengan tarif sewa yang tercantum dalam Perwal nomor 8 tahun 2017.

“Jadi, nantinya kerjasama antara Pemkot Cilegon dengan PT Simsera akan diikat melalui Perwal yang tercantum dalam Perwal nomor 8 tahun 2017,” imbuh Hendra.

Rencannya PT Simsera akan menyewa sebagain lahan Alun-alun Kota Cilegon untuk pemasangan videotron dan neon boks hingga Januari 2023 mendatang. Untuk penetapan harga retribusi akan dibayar akan setiap tahun sekali.  Selain dihasilkan dari videotron dan neon boks, PAD yang bisa dihasilkan dari Alun-alun yakni, retribusi sewa untuk event-event swasta.

“Oh tentu setelah Parwal dan HUT Kota Cilegon digelar maka masyarakat atau pihak ketiga yang ingin menyewa alun-alun untuk kegiatan event-event bisa menggunakan alun-alun. Sementara untuk harga sewa ditentukan dari isi dari Perwal nomor 8 tahun 2017 tersebut,” ujar Hendra.

Terpisah, Sekda Cilegon, Sari Suryati menuturkan, pihaknya akan membentuk tim untuk pengamanan Alun-alun Kota Cilegon yang akan diresmikan bulan April mendatang. Tim tersebut terdiri atas berbagai OPD di lingkungan Pemkot Cilegon, seperti Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), Satpol PP, Dishub, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan OPD lainnya.

“Jaringan internet dan fasilitas penunjangnya itu dari Dinas Komunikasi Informatika Sandi dan Statistik dan di situ ada gedung yang menjadi miniatur sejarah Kota Cilegon dan PT Krakatau Steel (KS) itu dikelola oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan. Tim untuk pengamanan alun-alun tinggal tunggu SK (Surat Keputusan) Pak Plt Walikota (Edi Ariadi),” tutur Sari.

Pengamanan Alun-alun Kota Cilegon, sambung Sari, perlu dilakukan, karena sebagai tempat publik dinilai rawan tindak kejahatan dan perusakan fasilitas umum dari tangan yang tidak bertanggung jawab. “Menjaga dari hal-hal yang tidak diinginkan. Nanti leading sektor ada di Perkim,” pungkas Sari. (eua/eky/bnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.