Benih Kedelai Berbahaya Dimusnahkan

TANGERANG, SNOL—Karantina Per­tanian Bandara Soekarno Hatta, Tangerang memusnahkan 400 gram benih kedelai berbahaya asal Taiwan, Senin (29/1). Benih itu dinyatakan mengandung Broad Bean Wilt Virus (BBWV) yang merupakan OPTK Kat­egori A1 golongan 1.

Kepala Balai Besar Karantina Per­tanian Soekarno Hatta Eka Darni­da Yanto menjelaskan kategori A1 adalah penyakit yang belum ada di Indonesia dan tidak dapat dibebas­kan dengan cara perlakuan.

“Bila benih kedelai bervirus ini masuk ke Indonesia maka akan me­nimbulkan dampak negatif terhadap kedelai lokal. BBWV yang menyerang kedelai dapat mengurangi produksi hingga 50-75 persen dari total luasan lahan tanam,” ujar Eka.

Selain itu BBWV dapat menyerang 180 spesies tanaman lainnya dari 41 famili. Beberapa tanaman yang dapat terserang antara lain tomat, wortel dan kacang panjang.

Pemusnahan tersebut sesuai am­anat UU Nomor 16 Tahun 1992 ten­tang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan. Demi terjaganya sum­ber daya alam di Indonesia dari an­caman HPHK dan OPTK dari luar wilayah Republik Indonesia.

“Selain benih kedelai, kami juga memusnahkan beberapa komoditas pertanian yang masuk ke Indonesia dalam kurun waktu Desember 2017 sampai saat ini,” ucapnya.

Pemusnahan dilakukan karena benih impor tidak dilengkapi dengan dokumen persyaratan berasal dari daerah yang dilarang pemasukan­nya. Atau berdasarkan uji laborato­rium ditemukan penyakit yang dapat mengancam pertanian dan peter­nakan di Indonesia.

“Komoditas pertanian yang di­musnahkan di antaranya buah kurma asal Mesir sebanyak 93 kg, produk asal hewan dari luar negeri sebanyak 683 kg, vaksin milik PP Pordasi sebanyak 9 vial dan 5 ekor burung merpati asal Taiwan,” kata Eka.

Lima ekor burung merpati tersebut dimusnahkan karena berasal dari area wabah Avian Influenza. Sesuai dengan Permentan nomor 44 tahun 2013 tentang Penghentian Pemasu­kan Unggas dan Produk Segar Ung­gas dari Republik Rakyat Cina ke dalam Republik Indonesia.

“Seluruh unggas dan produk ung­gas yang berasal dari daerah wabah wajib dimusnahkan,” ungkapnya.

Ia menambahkan Avian Influenza (AI) merupakan penyakit unggas dan burung yang dapat menyebabkan ke­matian pada hewan yang terserang. Untuk mencegah wabah AI berulang kembali di Indonesia, maka pemasu­kan unggas dari daerah wabah wajib ditolak atau dimusnahkan.

“Kematian ayam akibat AI di Indo­nesia sejak Agustus 2003 sampai Sep­tember 2008 adalah 10 juta ekor dan menimbulkan kerugian lebih dari Rp. 14 triliun,” paparnya. (made/gto)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.