Petani Gagal Panen, Harga Bumbu Terus Melonjak

Cabai Merah Rp 41.667 per Kg, Bawang Putih Rp 23.479 per Kg

RANGKASBITUNG,SNOL–Setelah harga beras mengalami kenaikan. Kini, giliran harga cabai merah dan bawang putih yang naik, seperti terjadi di Pasar Rangkasbitung, Ka­bupaten Lebak. Harga cabai merah yang sebelumnya Rp 40.667 per Kg, naik menjadi Rp 41.667 per Kg. Sedangkan, harga bawang pu­tih dari Rp 21.714, naik menjadi Rp 23.479 per Kg.

Kenaikan harga itu, diduga dipicu akibat petani disejumlah daerah mengalami gagal panen, akibat cua­ca ekstrim yang terus melanda di be­berapa daerah hingga saat ini.

Seorang pedagang sayuran dan bumbu dapur, Saman mengatakan, harga kedua jenis barang dagangan­nya (cabai merah dan bawang putih) yang selama ini diperjualbelikan, naik. Alasannya, karena distribu­tor atau agen yang memasok cabai merah maupun bawang, sudah lebih dulu menaikan harganya, serta se­jak beberapa hari ini, permintaan konsumen terhadap cabai merah maupun bawang putih, mengalami peningkatan.

“Distributor saja sudah menaikkan harga, tentunya kami juga menaik­kan harga jual di pasaran,” ujar Sa­man, Senin (29/1).

Seorang pedagang sayuran dan bumbu dapur di Pasar Rangkas­bitung, Herni mengatakan, disaat permintaan barang di pasaran me­ningkat. Tentu akan berdampak pada kenaikan harga jual kebutuhan tersebut, serta dimungkinkan distri­businya akan dikurangi untuk meng­hindari kelangkaan.

“Jika distributor menaikkan harga, maka harga jual di pasaran juga akan mengalami kenaikkan,” ungkap Herni.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Perundustrian dan Perdagangan (Ka­disperindag) Lebak, Dedi Rahmat mengatakan, kenaikan harga semua jenis barang yang diperjualbelikan akan terjadi kenaikan, disaat permin­taan pasar terhadap barang tersebut meningkat. Begitu pula terhadap ca­bai merah, serta bawang putih.

“Setahu saya, kenaikan harga jual cabai merah maupun bawang putih, masih wajar. Karena, kenaikannya belum signifikan. Tidak aneh lagi, ketika cuaca ekstrim melanda petani cabai maupun petani lainnya, akan mengalami kerugian,” pungkasnya. (mulyana/mardiana)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.