Atap Kantin Roboh, 5 Siswa Luka

TANGERANG, SNOL—Braak !!! Atap kantin di SMKN 3 Kota Tangerang mendadak roboh kemarin pagi. Ban­gunan semi permanen itu ambruk ketika para siswa sedang beristirahat. 5 pelajar dan 1 anak penjaga kantin langsung dilarikan ke rumah sakit Usada Insani karena menderita luka akibat tert­impa reruntuhan.

Kapolsek Tangerang Kom­pol Ewo Samono dalam ket­erangannya, Selasa (30/1), mengatakan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 10.45 WIB. Saat itu jam istirahat baru saja berakhir.Tapi, se­jumlah siswa masih berada di kantin.

Ewo mengatakan atap kantin tersebut jatuh ke ba­gian tengah kantin. Peristi­wa itu diduga terjadi karena kayu penyangga yang sudah rapuh.

“Tiba-tiba atap kantin run­tuh ke bagian tengah bangu­nan karena siku penyangga atap yang menempel di tem­bok sudah rapuh dan runtuh serta mengakibatkan atap runtuh,” ungkapnya.

Atap kantin yang roboh itu menimpa sejumlah siswa. Tiga siswa berasal dari ke­las XII Boga 2. Diantaranya Windi Janiati Asta yang menderita luka di kaki kiri, Aulia Redha Andani yang terluka di bagian kepala dan pinggang serta Dimas Aditya mengalami luka lecet di ke­pala, punggung serta telapak tangan kiri. Seorang lagi berasal dari kelas XII Boga 3 atas nama Selfi Septiana. Dia mengalami luka memar di kepala.

Korban berikutnya bernama Dede Gemilang, siswa kelas XII TKJ 1. Dia menderita luka di ba­gian kepala dan hidung memar.

Korban terakhir bernama Toni. Bocah 10 tahun anak ped­agang kantin itu mengalami luka di kepala. Setelah mendapatkan pengobatan di RS Usada Insani, seluruh korban diperbolehkan pulang.

Kepala SMKN 3 Tangerang, Endah Resmiati mengaku kaget dan khawatir setelah menden­gar ambruknya kantin sekolah tersebut. Endah menambahkan, pihak sekolah langsung memba­wa seluruh korban ke RS Usada Insani karena mengalami shock.

“Kira-kira tadi ada 7 korban­nya yang langsung dibawa ke rumah sakit sama gurunya. Mer­eka shock, sedang di visum juga. Namanya pihak sekolah ya kha­watir kenapa-kenapa sama mu­rid,” ucap Endah.

Menurut Endah, kantin yang roboh itu bangunannya semi permanen, dan memang bangu­nan itu mengkhawatirkan.

“Saya masih kaget, saya juga masih gemeter. Enggak nyangka tiba-tiba roboh,” tutur Endah.

Setelah kejadian tersebut, En­dah pun langsung berkoordinasi dengan pihak kepolisian setem­pat. Dan telah memberikan kabar ini kepada instansi terkait. (gatot)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.