BMKG Gelar Nobar Supermoon

TANGERANG, SNOL—Hari ini Rabu (31/1), warga Kota Tangerang dapat menyaksikan fenomena super blue blood moon atau supermoon yang bertepatan dengan Gerhana Bulan Total. Posisi matahari, bumi dan bulan berada pada satu garis lurus pada malam ini.

Badan Meteorologi, Klima­tologi dan Geofisika (BMKG) Tangerang tak ingin masyarakat Kota Tangerang menyia-nyiakan fenomena langka yang baru per­tama terjadi di Indonesia sejak 32 tahun lalu (30-31 Desember 1982) itu. BMKG mengajak masyarakat nonton bareng Bulan yang sedang berada pada jarak terdekatnya den­gan bumi.

Kepala Badan Meteorologi, Kli­matologi dan Geofisika (BMKG) Tangerang Teguh Rahayu men­gatakan, pihaknya menggelar non­ton bareng fenomena Supermoon di halaman Masjid Al-Azhom, Kota Tangerang.

“Jadi kita bakal adain nonton bareng. Sudah pasang alat juga di halaman masjid. Terbuka untuk umum, siapapun boleh. Tujuannya saya mau lihat juga animo masyara­kat mengenai fenomena ini,” kata Rahayu.

BMKG Tangerang telah menyiap­kan satu teropong sebagai alat yang digunakan untuk nonton bareng. Kendati demikian, masyarakat juga bisa melihat fenomena itu dengan mata telanjang (tidak harus meng­gunakan teropong).

Menurut Rahayu, fenomena ini berdurasi sekitar 5 jam berpuncak pada pukul 20.31 WIB, Rabu (31/1). Dan ini harus disaksikan oleh ma­syarakat Indonesia khususnya Tangerang.

“Durasinya lama sekitar 5 jam dari penumbra awal sampai akhir. Dim­ulai pada pukul 17.00 WIB besok,” ucap Rahayu.

Dipilihnya Masjid Raya Al – Azhom untuk acara nonton bareng super blue blood moon juga lan­taran merupakan titik keramaian di Kota Tangerang. Hal ini disam­paikan oleh Kabag Kesra Pemkot Tangerang, Ayi Nuryadin. “Kami besok juga merencanakan shalat gerhana,” ungkap Ayi.

Shalat berjamaah ini dilangsung­kan di Masjid Raya Al – A’zhom. Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah juga mengimbau agar masyarakat mengungkapkan rasa syukur kepa­da ilahi dengan adanya fenomena tersebut.

“Kepada seluruh warga Tangerang yang beragama Islam diimbau un­tuk melaksanakan shalat gerhana bulan di Masjid atau Mushola ter­dekat,” paparnya. (made/gatot)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.