Dua Polisi Gadungan Dikeroyok Warga

PONDOK AREN,SNOL— Dua anggota polisi gadungan diringkus jajaran Polres Kota Tangerang Selatan, saat melakukan aksi pemerasan menggu­nakan senjata tajam dan pistol korek api, di Jalan Raya Jurang Mangu Ba­rat, Kecamatan Pondok Aren, Senin (29/1) malam sekitar pukul 24.10 Wib. Sebelum ditangkap, kedua pelaku sempat dipermak warga setelah korbannya melakukan perlawa­nan.

Aksi pemerasan dan percobaan pembegalan terhadap korban Teguh Sulistiawan (23), warga Pondok Aren terjadi saat korban sedang mengen­darai sepeda motor Vespa B 4716 LH mendadak dipepet oleh motor pelaku yang berboncengan. Korban disuruh berhenti oleh dua orang yang mengaku anggota kepolisian dari Polsek Pesanggrahan, Jakarta Selatan.

Korban pun menuruti permintaan pelaku dan menghentikan laju sepeda motornya. Kemudian pelaku menanyakan surat-surat kendaraan motor korban. Tak hanya itu, kedua pelaku juga meminta uang Kepada korban dengan cara memaksa. Lan­taran curiga, korban Teguh kemu­dian menelpon temannya Didik. Na­mun disaat korban menelpon, kedua pelaku langsung meminta Hp dan kunci motor secara paksa dengan mengacam korban menggunakan senjata jenis korek api dan senjata tajam clurit jenis sabit.

“Karena korban tidak memiliki se­jumlah uang yang diminta ke dua pelaku akhirnya melakukan nego atau menawar. Namun saat melakukan penawaran salah satu pelaku men­gacungkan senjata api dan kebetulan korban mengetahui bahwa senjata api yang ditodongkan terhadap dirinya hanya sebuah senjata korek api main­an,” ungkap Kapolres Tangerang Sela­tan AKBP Fadli Widiyanto didampingi Kasat Reskrim Polres setempat AKP Alexander Yurikho, Selasa (30/1).

Tak lama Didik dan Lutfi tiba di lokasi. Rekan kerja korban yang meli­hat kejadian itu kemudian melakukan perlawanan terhadap kedua pelaku dengan menggunakan bambu yang ada di sekitar lokasi. Keribu­tan pun terjadi antara pelaku, saksi dan kor­ban. Korban juga me­minta pertolongan warga sehingga warga sekitar yang mendengar teriakan korban ikut serta mengeroyok pelaku.

Di saat bersamaan, jajaran Polsek Pon­dok Aren di pimpin Langsung Kapolsek Pondok Aren Kompol Yudho Huntoro yang sedang melaksanakan Oprasi Cipta Kondisi secara mobile di, mendapat laporan bahwa di dekat Pos Polisi Bintaro Sektor V Jalan Ju­rang Mangu Barat terjadi keributan.

Petugas pun langsung meluncur ke lokasi. Sesampainya di lokasi, petugas Piket Fungsi, Pawas dan Ka­polsek langsung menangkap kedua pelaku. Pelaku langsung digelandang ke Mapolsek Pondok Aren Aren.

Dari hasil introgasi diketahui kedua pelaku yang mengaku sebagai ang­gota Polsek Pesanggrahan itu masing masing bernama Rizky Ananda (22) dan Septiawan (23) warga Kelurahan Petukangan Selatan Jakarta Selatan.

Dari tangan kedua pelaku, polisi mengamankan barang bukti satu bilah sabit, satu buah borgol, satu buah Pis­tol Korek Api dan satu unit motor Ya­maha Mio B 6856 WLO yang digunakan pelaku untuk melancarkan aksinya.

Saat dimintai keterangan ternyata ke dua pelaku juga sempat melakukan aksi serupa di kawasan Gandaria City, Ke­bayoran Lama Jaksel dengan menyaru sebagai anggota kepolisian. Dalam ak­sinya pelaku menghentikan kendaraan sepeda motor korbannya di jalanan.

Kedua pelaku dijerat UU Darurat No 12 Tahun 1951 tentang kepemi­likan senjata tajam serta Pasal 368 KUHP dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara.

Salah satu pelaku Rizky, mengaku dia dan rekannya mengaku sebagai polisi agar bisa memberhentikan korbannya dengan mudah. “Ide jadi polisi ini dari saya, Pak, karena kalau jadi polisi bisa lebih mudah berhen­tiin masyarakat,” ujarnya.

Kapolres mengimbau kepada masyarakat agar jangan mudah per­caya dengan oknum yang mengaku anggota Polri dan melakukan per­buatan yang melanggar hukum serta semena mena. “Silahkan lakukan validasi Identitas berupa KTA (Kartu Tanda Anggota) atau Surat Perintah Tugas,” imbuh Fadli.(jarkasih)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.