Kapal di Merak Dikurangi

CILEGON, SNOL – Cuaca yang tidak bersahabat di Selat Sun­da, menjadi atensi semua un­sur pelaku pelayaran. Bahkan, otoritas di pelabuhan di rute Merak – Bakauheni sepakat un­tuk mengurangi jumlah kapal, mengingat beberapa kali insiden truk terguling di atas kapal di­picu cuaca buruk. Selain itu, be­berapa kapal juga sempat gagal melakukan penyandaran atau lepas sandar secara sempurna.

Kepala Badan Pengelola Transportasi Darat Wilayah VIII Provinsi Banten, Jhonny Siagian mengakui, bahwa bela­kangan cuaca yang menerjang perlintasan pelabuhan Merak – Bakauheni tergolong ekstrim. Akibatnya, banyak kapal yang mengalami gagal sandar.

Biasanya, PT ASDP Cabang Merak mengoperasikan mak­simal armada 30 kapal perhari, dengan kondisi sangat ekstrim, jumlah kapal bakal dikurangi.

“Jadi memang waktu kemarin, cuaca di Merak itu ekstrim. Sam­pai memang di dermaga IV, V dan VI, kapal tidak bisa berop­erasi maksimal. Biasanya, kapal bisa dilayani di dermaga itu dari 5 sampai 6 kapal, kemarin hanya 2 sampai 3 kapal. Jadi memang jumlah kapal dikurangi,” ungkap Jhonny, kemarin.

Sekalipun saat ini cuaca kem­bali tergolong normal, pihaknya bersama perusahaan pelayaran sepakat akan melakukan pengu­rangan jumlah kapal di Pelabu­han Merak jika cuaca kembali ekstrim. Hal itu tidak lain agar seluruh pelaku pelayaran lebih mengedepankan unsur kesela­matan penumpang.

“Kalau memang kembali bu­ruk, kita akan kurangi kapal-ka­pal yang beroperasi. Tetap kita akan lebuh mengutamakan ke­selamatan penumpang,” terang Jhonny.

Sementara, General Manajer PT ASDP Cabang Merak, Fahmi Alweni mengakui, bahwa be­berapa pekan terakhir, penye­berangan di Pelabuhan Merak – Bakauheni tidak sepenuhnya berjalan optimal. Untuk itu, pihaknya bersama Gapasdap dan INFA selaku perusahaan pelayaran di Merak, bersepakat untuk mendahulukan kesela­matan pelayaran ketika cuaca buruk.

“Kemarin aktivitas operasi di pelabuhan tidak dihentikan, hanya pengurangan kapal. Kar­ena di beberapa dermaga, ada alur” kata Fahmi.

Cuaca buruk, kata Fahmi, memiliki dampak yang cukup luas. Selain kapal banyak ga­gal sandar, waktu bongar muat menjadi molor. (nal/eky)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.