MoU Warnasari Diperpanjang

CILEGON, SNOL – PT Pelabuhan Cilegon Mandiri (PCM) selaku Badan Usaha Pelabuhan (BUP) yang akan membangun Pelabu­han Warnasari memperpanjang masa Memorandum Of Under­standing (MoU) nota kesepaha­man dengan PT Bosowa Bandar Indonesia (BBI).

Perpanjangan MOU yang sebelumnya ditandatangani ber­sama pada 24 Februari 2017 lalu, dilakukan untuk menindaklan­juti kerjasama yang akan dibuat kedua pihak dalam membangun pelabuhan pada lahan seluas 10 hektar dari total keseluruhan 45 hektar.

Direktur Operasional dan Ko­mersil PT PCM, Akmal Firman­syah yang dikonfirmasi tidak menampik perpanjangan masa MoU yang disepakati dengan PT BBI. Perpanjangan MOU itu, kata Akmal, untuk menindak­lanjuti tahapan kerjasama yang akan dirampungkan keduanya. “Jadi memang itu diperpanjang. Diperpanjang dalam rangka untuk menindaklanjuti pada perjanjian kerjasama tahap se­lanjutnya,” ungkap Akmal, ke­marin.

Upaya menindaklanjuti per­panjangan MoU itu, masih Ak­mal, akan menjadi corong pem­buka dibuatnya kerjasama yang akan dijalin kedua pihak. Untuk mencermati hak dan kewajiban yang dituangkan dalam kerjasa­ma, PCM akan melibatkan kon­sultan independen sebagaimana saran keabsahan legalitas yang dianjurkan Kejagung.

“Kita nanti akan meng-hire konsultan bisnis. Kalau joint venture memang harus meng-hire konsultan untuk menilai hak dan kewajiban. Apakah itu nanti akan menilai kepemilikan saham dari masing-masing, hak atau kewajibannya, investas­inya dan lain-lainnya. Ini dalam rangka juga memenuhi saran dari Jamdatun,” papar Akmal.

Nantinya, sebelum kerjasa­ma dibuat, pihaknya juga akan melakukan konsultasi penuh dengan Pemkot Cilegon selaku pemegang saham PCM. Pada prinsipnya, pembangunan Pelabuhan Warnasari dapat di­percepat sesuai yang diamanah­kan masyarakat.

“Yang terpenting terjadi per­cepatan. Seluruhnya ingin kita percepat, dari perizinan sam­pai pembangunan jalan akses ke Warnasari. Semua akan kita konsultasikan ke pemegang sa­ham,” tandas Akmal.

Sementara itu, Sekda Cile­gon, Sari Suryati juga membe­narkan hal tersebut. Pihaknya turut mendorong PCM untuk dapat terus mempercepat segala proses tahapan pembangunan Pelabuhan Warnasari.

“Ini masih berlanjut (MoU Bosowa, red), perizinan masih terus kita proses. Memang ada advise dari Jamdatun terkait penunjukan Bosowa. Peneta­pan tentang itulah yang di-ad­vise oleh Jamdatun. Yang jelas, proses lain tetap berjalan secara simultan juga, termasuk untuk menyelesaikan HGB (di atas HPL, red) kepada BPN,” tutur Sari.(nal/eky/bnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.