Puspemkab Dipenuhi Sampah Saat Libur

Volumenya Mencapai 12 Kubik Lebih

TIGARAKSA, SNOL—Saat hari libur atau akhir pekan, volume sampah yang berserakan di kawasan Pusat Pemerintahan Kabupaten (Pus­pemkab) Tangerang mencapai 12 kubik. Sampah ini berasal dari para pengunjung yang menghabiskan waktu libur di kawasan Puspemkab Tangerang.

Kasi Pengangkutan Sampah Di­nas Lingkungan Hidup dan Keber­sihan (DLHK) Kabupaten Tangerang, Teti Hartati mengatakan, saat hari libur banyak sampah ditemukan di sejumlah titik di area Puspemkab Tangerang. Menurutnya, sampah itu berasal dari pengunjung yang datang dan masih membuang sampah sem­barangan. Akibatnya membuat area perkantoran menjadi penuh sam­pah.

Berdasarkan pengalamannya pada hari libur, kata Teti, volume sampah di area Puspem bisa mencapai 12 kubik lebih. Hal itu seiring tingginya minat dari para pengunjung yang datang untuk menikmati suasana di area Puspem.

“Suasana yang asri dan sejuk mem­buat para pengunjung menjadi be­tah dan rutin mendatangi kawasan Puspemkab Tangerang, walau hanya hanya sekedar untuk duduk-duduk sambil menikmati pemandangan ta­man yang ada,” jelasnya.

Keberadaan sampah paling ban­yak ditemukan di sekitar area da­nau Panggung Jati dan di depan Gedung Serba Guna (GSG). Kata Teti, kawasan tersebut lebih rindang dibandingkan dengan daerah lain­nya sehingga membuat nyaman para pengunjung yang datang.

“Untuk yang di depan GSG saja, itu sedikitnya bisa mencapai dua arm roll sampah yang berhasil dikumpul­kan,” katanya.

Oleh kerena itu, ia menghimbau kepada seluruh pengunjung agar lebih menjaga kebersihan lingkun­gan di sekitar Puspemkab Tangerang, sehingga tidak terkesan kumuh aki­bat sampah yang ada.

“Mari kita jaga sama-sama agar kawasan Puspem tetap bersih dan enak dipandang,” tandasnya.

Sementara itu, Kasi Ops Satpol PP Kabupaten Tangerang, Syahdan Muchtar mengaku rutin menertib­kan keberadaan para PKL di dalam area Puspemkab Tangerang agar ti­dak menjadi faktor yang membuat kumuh kawasan Puspemkab. Menu­rutnya, penanganan sudah dilaku­kan dengan pemberian sanksi denda hingga sidang Tipiring agar para PKL menjadi jera dan tidak berjualan di dalam area Puspemkab.

Menurut Syahdan, untuk tercip­tanya suasana yang tertib, perlu juga didukung oleh SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) terkait. Khususnya pengadaan lahan bagi para PKL, agar bisa ditertibkan. Se­hingga, upaya menghindari pen­umpukan sampah yang berserakan akibat makanan yang dijajakan PKL bisa maksimal.

“Sebelumnya juga sudah sering ditertibkan dalam menciptakan ka­wasan Puspem yang bersih dan ter­tib. Meski begitu, harus ada andil dari pihak terkait dalam pengadaan lahannya agar para PKL bisa ditert­ibkan sesuai pada tempatnya,” pung­kasnya. (mg1/aditya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.