Lajur Tambahan di Pinangsia Dioperasikan

TANGERANG, SNOL—Penambahan lajur di pertigaan Pinangsia, Karawaci mulai dioperasikan Rabu (31/1). Ka­wasan tersebut merupakan pertigaan tempat bertemunya arus kendaraan dari dua wilayah Kota dengan Kabu­paten Tangerang. Penambahan lajur ini bertujuan mengurai simpul arus tersebut.

Sebelum Kamis (1/2), kawasan per­tigaan Pinangsia kerap diserbu arus kendaraan dari berbagai arah. Penum­pukan kendaraan di kawasan ini bi­asanya nampak di pagi dan sore hari. Dinas Perhubungan Kota Tangerang menambah dua lajur menuju dan ke­luar Kota Tangerang guna mengurai simpul tersebut.

Kepala Dishub Kota Tangerang, Saiful Rohman mengatakan, dua penambah­an lajur itu masih dalam tahap uji coba. Sebelum skema itu diterapkan, sebut Saiful, hanya ada satu lajur mengarah ke Tangerang di pertigaan tersebut.

“Ya sudah hari ini (Rabu 31/1), hari ini memang ujicoba, awalnya satu jalur ke (Kota) Tangerang, sekarang dit­ambah dua lajur,” katanya.

Saiful menjelaskan, penambahan lajur itu dengan cara mengubah bentuk batas pertigaan (pulau-red) di kawasan tersebut. Pulau yang sebelumnya, kata Saiful, hanya menampung satu lajur ke arah Kabupaten Tangerang. Pemoton­gan pulau, katanya, melibatkan Dinas Pekerjaan Umum.

“Termasuk mediannya tidak kita cabut, yang awalnya di seberangnya pagar depan masjid depan rumah makan bhineka. Itu kan satu jalur ada pagar, nah di jalur pagarnya itu kan awalnya khusus buat yang belok kanan ke Pinangsia, sekarang dibagi dua, satu ke Pinangsia satunya ke Tangerang. Jadi ke Tangerang itu dipakai dua lajur,” ka­tanya.

Penambahan dua lajur tersebut be­lum banyak diketahui pengendara. Salah satu pengendara, Rizki (23) men­gaku sempat bingung dengan perubah­an lajur tersebut. Namun, sambungnya, perubahan itu mengurangi pelang­garan terobos lajur menuju Kabupaten Tangerang.

“Lebih enak begini sih, biasanya kan langsung aja tuh putar balik di perti­gaan, lawan arus. Tapi sekarang gak ada saya lihat,” jelasnya.

Senada, Kabid Lalu Lintas Dishub Kota Tangerang, Ismu Hartono men­gungkapkan, penambahan lajur terse­but juga bertujuan mengurangi persing­gungan antararus yang kerap terjadi. Dia menambahkan, uji coba tersebut akan dievaluasi pihaknya dalam waktu sebulan. Pembatalan, katanya, akan di­lakukan bila dirasa tidak efektif.

“Di bottle neck itu sering mampet, kita ambil solusi tambah satu lajur lagi. Karena membutuhkan biaya banyak, kita minta tolong PU. Ini lumayan be­sar. Itu nanti kita akan evaluasi, kalau dianggap tidak efektif akan kami cabut. Mudah2an paling lama tidak sampai sebulan (evaluasi),” tukasnya. (irfan/gatot)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.