Lansia Masuk Skala Prioritas

 Dalam Program Pemberangkatan Calon Haji

RANGKASBITUNG,SNOL–Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Wilayah Lebak, memprioritaskan golongan usia lanjut (Lansia) dalam pemberangkatan ibadah haji di ta­hun 2018 ke tanah suci Makkah. Hal itu, untuk mengantisipasi hal yang ti­dak diinginkan. Oleh karena itu, bagi Lansia diharapkan segera mendaftarkan diri di awal tahun.

Kepala Seksi (Kasi) Penyuluh Haji dan Umroh Kemenag Lebak, Edi Purhedi menyatakan, yang tergolong lansia adalah, diatas 70 tahun keatas. Katanya, hingga kini belum diketa­hui berapa jumlah kuota untuk lan­sia. Tapi, untuk pendaftaran sudah dibuka dan beberapa orang sudah ada yang mendaftar.

“Kami berharap, Lansis yang lain juga silahkan mendaftar, sebelum kuo­tanya habis,” kata Edi, Kamis (1/2).

Katanya, untuk menyukseskan pem­berangkatan jamaah haji tahun 2018, Kemenag Lebak sudah mengajukan proposal mengenai biaya transpor­tasi keberangkatan dan penjemputan calon jamaah haji dari Rangkasbitung – Embarkasi, ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak.

“Biaya transportasi keberang­katan dan penjemputan yang diu­sulkan, untuk sebanyak 750 calon jamaah haji. Berdasarkan estimasi hasil penghitungan kita. Tapi, jum­lah calon jemaah haji yang akan diberangkatkan, berdasar kuota sebanyak 674 orang. Data ini belum final. Karena, tidak menutup kemungki­nan akan bertambah, seiring dengan lansia yang masuk skala prioritas,” terangnya.

Ditambahkannya, walau usulan estimasi jumlahnya sudah disampai­kan sejak tahun lalu (2017). Namun, besaran nilai ongkos pemberangka­tan dan penjemputan calon jamaah haji, belum diketahui secara pasti.

“Kita hanya mengusulkan. Mudah-mudahan direalisasi, seperti tahun lalu dan tahun yang sudah-sudah. Tapi, kepastian besaran anggarannya, diserahkan ke Pemda,” pungkasnya.

Terpisah, Kepala Bagian Kesejahter­aan (Kabag Kesra) Setda Lebak, Juanda menuturkan, terkait biaya keberang­katan dan penjemputan calon jamaah haji, akan kembali ditanggung Pemkab Lebak. “Besaran biayanya, disesuaikan dengan kebutuhan dan jumlah yang diberangkatkan. Untuk alokasi angga­ran keberangkatan sudah dianggarkan di Anggaran Pendapatan Belanja Dae­rah (APBD) murni TA 2018. Sedangkan untuk anggaran penjemputan, akan di­anggarkan di APBD Perubahan, karena sudah masuk di anggaran perubahan,” terangnya. (mulyana/mardiana)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.