Penurunan Harga Beras Masih Pro – Kontra

Penurunanya Dianggap Tidak Signifikan

RANGKASBITUNG,SNOL–Harga tiga jenis beras komersial yang diperjualbelikan di Pasar tradisional Rangkasbitung, Ka­bupaten Lebak, mulai normal. Diketa­hui, untuk beras IR kw I yang sebelum­nya Rp 13.714   menjadi Rp 12.743  per Kg, beras IR kw II yang sebelumnya Rp 12.286  menjadi Rp 11.821  per Kg, serta beras IR kw III yang sebelumnya Rp 10.943  mejadi Rp 10.443  per Kg.

Namun, meski mengalami penu­runan, tetap saja para konsumen ma­sih mengeluhkannya. Karena, penu­runan harga tersebut tidak terlalu signifikan. Terlebih, harga sejumlah bahan pokok lainnya masih tinggi, dan memberatkan masyarakat.

Seorang pengunjung Pasar Rang­kasbitung, Herawati mengungkap­kan, penurunan harganya hanya be­berapa rupiah saja. Makanya, tetap saja bagi masyarakat ekonomi lemah sepertinya, terasa masih memberat­kan. Terkeculi tambahnya, turunnya hingga mencapai harga   normal sep­erti dulu. Dimana, dari harga beras kualitas terbaik IR kw I Rp 13.714  bisa turun menjadi Rp 10 ribu per Kg.

“Menurut saya penurunan harganya tidak seberapa. Sehingga, tetap saja masih memberatkan bagi masyarakat kecil seperti saya,” keluh Herawati, Jumat (2/2).

Pengunjung Pasar Rangkasbi­tung lainya, Sumarni berharap, tu­runnya harga beras pada hari ini (Jumat,2/2,red), dapat diikuti oleh turunnya harga sejumlah kebutuhan bahan pokok lainny, termasuk sayuran dan bumbu-bumbuan.

Harga beras di atas Rp 10 ribu/kg, masih memberatkan masyarakat eko­nomi menengah ke bawah sepertinya. “Mudah – mudahan ada kebijakan lain, yang berpihak kepada rakyat kurang mampu seperti kami,” harap Sumarni.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Ka­disperindag) Lebak, Dedi Rahmat membenarkan, bila tiga jenis beras yang diperjualbelikan di Pasar Rang­kasbitung, mengalami penurunan harga beberapa rupiah.

Namun, agar tidak memberatkan masyarakat. Maka, pihaknya-pun ber­harap ketiga jenis beras tersebut turun sebagaimana harapan masyarakat. “Kita lihat saja. Mudah – mudahan, semakin hari semakin menurun,” kata Dedi. (mulyana/mardiana)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.