Petugas KPU Dianiaya Warga

Saat Hendak Melakukan Pencocokan Data Pemilih

CURUG, SNOL—Tak mu­dah menjadi petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP) yang mendapatkan mandat untuk melakukan pen­cocokan dan penelitian data warga dari Komisi Pemilihan Umum. Teguh Gunawan (54), salah seorang PPDB yang juga Ketua RT 02/01 Kelurahan Bi­nong, Curug, Kabupat­en Tangerang bahkan harus dihajar salah satu warganya ketika sedang menjalankan tugas, Ju­mat (2/2) malam.

Teguh dipukul sebanyak 3 kali oleh salah satu warganya, MT Sianipar. Pemukulan dilakukan di hadapan warga lain­nya. Akibatnya, hidung Teguh patah. Dia juga mengalami luka lebam pada bagian wajah. Kanit Reskrim Polsek Curug Iptu Toto mengatakan kejadian itu terjadi Jumat (2/2) sekitar pukul 17.30.

“Ya benar, telah terjadi pemukulan terhadap TG, seorang ketua RT 02/1 Perum Taman Ubud VI No 37 Kelurahan Binong Keca­matan Curug. Dia dipukul oleh warganya sendiri saat hendak melakukan proses pencoco­kan data pemilih,”kata Toto, kepada Satelit News, Minggu (4/2).

Menurut Toto, kejadian itu bermula saat Teguh bermak­sud mendatangi rumah pelaku untuk keperluan pemutakhi­ran data pemilih Pilkada men­datang. Dia bermaksud untuk memintai keterangan dari ko­rban.

Saat tiba di rumah pelaku, Teguh memarkirkan kenda­raannya di depan garasi. Na­mun, pelaku dan keluarganya sedang tidak ada di rumah. Dia pun bergeser ke rumah tetangga sebelah pelaku. Sepeda motor tetap diparkir di depan garas.

Tak lama berselang, keluarga pelaku pulang dengan meng­endarai mobil. Karena sepeda motor Teguh masih terparkir, kendaraan pelaku tak bisa ma­suk ke dalam garasi.

“Pelaku kemudian marah lantaran kendaraannya tidak bisa masuk ke dalam garasi rumahnya karena terhalang sepeda motor korban,”kata Toto.

Teguh kemudian memin­dahkan sepeda motornya. Dia kemudian menghampiri pelaku untuk melakukan pen­cocokan dan penelitian data. Namun, saat itu terlapor yang sedang marah menjawab den­gan nada tinggi agar pendata­an dilakukan di malam hari saja. Kemudian Teguh beru­saha menenangkan warganya itu.

Namun, pelaku tiba-tiba mendorong dada Teguh se­hingga terjatuh. Kemudian pelaku menggunakan tangan kosong memukul ke arah wa­jah korban sebanyak tiga kali.

“Kejadian itu terjadi di ha­dapan tetangga lainnya. Tetangga yang melihat itu, akhirnya berusaha untuk me­lerainya. Akibat kejadian itu, korban mengalami penda­rahan di hidung selanjutnya korban dibawa ke RS Siloam Tangerang untuk mendapat­kan perawatan karena tulang hidungnya diduga mengalami patah,” katanya.

Tidak terima orang tuanya mendapatkan perlakuan itu, akhirnya Thalia Elita Gu­nawan, akhirnya mengadukan kejadian tersebut ke Polres Tangerang Selatan untuk di­lakukan penyelidikan lebih lanjut. Toto menjelaskan saat ini kasus yang dialami oleh TG ditangani langsung oleh unit Jatanras Polres Tangsel.

Anggota KPU Kabupaten Tangerang pada Divisi Pro­gram dan Data Mahmud Iqbal Syam mengaku kaget sekaligus prihatin atas kasus yang diala­mi Teguh. KPU, imbuh Iqbal, akan memberikan bantuan hukum kepada korban.

“Kami (KPU Kabupaten Tangerang-red) akan mem­berikan bantuan hukum un­tuk mendampingi korban,” katanya. Pada sisi lain, imbuh Iqbal, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan dengan KPU Provinsi Banten untuk membantu biaya pengobatan korban yang mengalami luka lebam pada bagian wajah.

Ketua KPU Kabupaten Tangerang Ahmad Jamalu­din menyatakan mengatakan coklit merupakan langkah untuk menjaga hak konstitu­sional warga Negara Indone­sia yang memiliki hak pilih di pilkada Kabupaten Tangerang. Semua orang yang tinggal di Kabupaten Tangerang, kata Jamaludin, akan diperiksa dat­anya.

Jika memiliki KTP Kabupa ten Tangerang maka yang ber­sangkutan memiliki hak pilih. Namun apabila tidak memiliki KTP Kabupaten Tangerang, maka tak mendapatkan hak pilih.

“Pencocokan dan penelitian data pemilih adalah usaha untuk menjaga hak konstitu­sional warga Negara Indone­sia. Kami harapkan seluruh warga Indonesia yang tinggal di Kabupaten Tangerang dapat menghargai petugas,”pungas Jamaludin kemarin. (mg1/ga­tot)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.