Banyak Titik Genangan Air di Jalan Raya Serang

Drainase Dangkal dan Bangli Diduga Jadi Pemicunya

CIKUPA, SNOl—Sejumlah titik di ruas Jalan Raya Serang digenangi air. Bah­kan ada yang kedalamannya sekitar satu meter lebih. Hal itu disebabkan oleh pendangkalan saluran drainase di bahu kanan dan kiri jalan, serta ke­beradaan bangunan liar (Bangli) yang diduga turut menjadi penyebabnya.

Pantauan Satelit News, bebera­pa titik di ruas Jalan Raya Serang berubah menjadi kubangan air saat hujan lebat mengguyur sejumlah daerah di Kabupaten Tangerang. Kubangan air itu mulai dari KM 31 tepatnya di Desa gembong Keca­matan Balaraja, SMP/SMA PGRI Balaraja, SMPN 1 Cikupa, dan di de­pan PT Torabika dan di bawah perti­gaan Bitung.

Sejumlah kendaraan terlihat sem­pat mengalami mogok akibat nekat berusaha menerjang genangan air yang cukup dalam itu. Akibatnya, ke­macetan panjang juga tidak terelakan.

Pengendara yang melintas, Badri mengaku, setiap hujan lebat tu­run, ruas Jalan Raya Serang kerap berubah menjadi kubangan air. Menurutnya, hal itu disebabkan oleh keberadaan saluran drainase pada bahu kanan dan kiri jalan yang tidak lagi mampu menambung debit air saat hujan turun. Keberadaan sal­uran drainase yang terus mengalami pendangkalan serta banyaknya ke­beradaan bangunan di atas saluran air menjadi pemicu banjir.

“Setiap hujan jalanan selalu saja banjir. Pendangkalan dan ke­beradaan Bangli di sepanjang bahu jalan menjadi pemicu saluran drain­ase tidak lagi mampu menahan debit air saat hujan turun. Khususnya pas­ar yang ada di sepanjang Jalan Raya Serang, banyak bangunan berdiri di atasnya tanpa memperdulikan aki­batnya. Seperti di depan Pasar Ci­kupa, yang rutin banjir saat hujan turun,” keluh Badri kepada Satelit News, Senin (5/2).

Terpisah, Kasi Ops Satpol PP Kabu­paten Tangerang, Syahdan Muchtar mengaku, sudah sering kali mem­peringatkan kepada para pengelola pasar untuk memundurkan lapak dagangan para pedagang agar ti­dak terlalu dekat dengan bibir jalan. Dengan begitu, gangguan pada bahu jalan tidak terjadi.

Pada sisi lain, Syahdan juga men­gaku sering kali melakukan pener­tiban terhadap sejumlah Bangli di atas saluran drainase atau trotoar. Meski begitu, keberadaan Bangli ma­sih saja terus ada meski telah beru­lang kali ditertibkan.

“Sudah pernah disampaikan ke­pada para pengelola pasar untuk me­mundurkan lapak pedagang, agar ti­dak terlalu dekat dengan bibir jalan. Penertiban juga sering dilakukan, namun tetap saja membandel. Perlu kerjasama lintas SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) dalam penanga­nan keberadaan Bangli ini,” jelasnya. (mg1/aditya)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.