Panik Gara-gara Banjir Kiriman

Pintu Air Dibuka, Tanjung Burung Terendam

TANGERANG, SNOL—Kabar bendungan Katulampa dan Batu Beulah, Bogor siaga 1 yang tersebar melalui me­dia sosial membuat warga Tangerang panik menganti­sipasi datangnya banjir. Para penghuni wilayah yang dile­wati aliran Kali Angke dan Sungai Cisadane beramai-ramai memindahkan barang berharga mereka agar ter­hindar dari terjangan air.

Kepanikan terlihat di RT 04/01 Kelurahan Panung­gangan Barat Kecamatan Cibodas Kota Tangerang ke­marin sore. Warga memindahkan barang-barangnya ke tempat yang lebih aman setelah pengurus masjid jami Al Barokah mengumum­kan akan datangnya banjir kiri­man dari Bogor sekira pukul 15.30 Wib. Kendaraan roda dua dan roda empat dipindahkan ke lokasi lebih tinggi. Aktivitas me­nyelamatkan barang berharga tersebut berlangsung hingga sekira pukul 18.00 Wib.

Sebagian dari warga meman­tau ketinggian Sungai Cisadane yang berada tepat di bibir kam­pung. Sementara petugas PMI Kota Tangerang tampak bersia­ga di sore hari sekira pukul 16.00 Wib.

“Saya bungkus barang seperti pakaian secara buru-buru ke­mudian memindahkannya ke tempat lebih aman. Kira-kira dua jam waktunya. Air juga me­ninggi dengan sangat cepat,”ujar Jumadi, warga RT 04/01 Kelura­han Panunggangan Barat kema­rin.

Aktivitas memindahkan ba­rang berharga juga dilakukan Anak Agung Wedayana, warga Perumahan Wisma Tajur Kelu­rahan Tajur Kecamatan Ciledug Kota Tangerang. Dia mengaku harus memboyong barang elek­tronik dan barang berharga lain­nya dari lantai satu ke lantai dua.

Beruntung. Wisma Tajur yang selama ini menjadi salah satu titik banjir tak sampai direndam air. Tapi, berbeda halnya dengan Panunggangan Barat. Sebagian wilayah di kelurahan tersebut terendam banjir paha orang de­wasa.

Kabar tentang banjir kiriman juga disikapi dengan cepat oleh Pemkot Tangerang. Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah meminta jajaran Dinas PUPR Kota Tangerang mengecek Sun­gai Cisadane dan Pintu Air.

“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak Provinsi Banten dengan membuka Pintu Air Sepuluh. Pak Wali Kota juga su­dah menginstruksikan ini,” ujar Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPR Kota Tangerang, Taufik Syahzaeni, Senin (5/2).

Kabid Pemeliharaan Dinas PUPR Kota Tangerang, Agus Tol­ib mengatakan sudah mengecek debit air di Pintu Air Sepuluh tersebut. “Untuk di bagian hilir bendungan, siaga 3,” ucap Agus.

Dia juga menjelaskan, keting­gian debit air sudah mencapai 9 meter. Sedangkan muka air di Sungai Cisadane meninggi seki­tar 11,3 meter.

Jajarannya akan bersiaga di lokasi bilamana debit air terus mengalami kenaikan. Jajaran­nya pun akan membuka maksi­mal pintu air. Jika tidak dibuka, sejumlah daerah bakal teren­dam banjir dengan situasi sep­erti ini.

“Dari 10 Pintu Air, kami sudah buka dua pintu,” kata Agus.

“Wilayah Panunggangan Barat bisa terendam karena air di Sun­gai Cisadane melimpas. Makan­ya kami buka dua pintu terlebih dulu. Pompa mobile juga sudah disiapkan,” lanjut dia.

Sementara itu, dibukanya bendungan pintu air 10 di Kota Tangerang membuat Jalan Muara Sungai Cisadane, Desa Tanjung Burung, Kecamatan Te­luknaga, Kabupaten Tangerang terendam hingga sebetis kaki orang dewasa. Guntur, salah satu warga mengatakan, banjir yang melanda daerahnya ini be­rasal dari luapan air yang berada di anak sungai Cisadane.

“Sejak tadi siang, debitnya naik dan deras alirannya,” ujar Guntur kepada awak media, Senin (5/2).

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabu­paten Tangerang, Agus Suryana menjelaskan, naiknya kali di Desa Muara diakibatkan dibukanya pintu air 10 yang ada di Kota Tangerang. Hal tersebut berdam­pak pada kawasan tersebut.

“Kali di Muara meluap, karena di Pintu Air 10 yang ada di Kota Tangerang dibuka, itu pengaruh ke sana,” ujarnya.

Di Kota Tangerang Selatan, Badan Penanggulangan Ben­cana Daerah (BPBD) setempat juga melakukan kesiapsiagaan dan memantau beberapa titik. Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangsel, Chaerudin menegaskan pihaknya langsung menerjunk­an 9 personel. Kendati Bendun­gan Katu Lampa sungainya tidak mengalir ke Tangsel tapi ke ka­wasan Jakarta, namun demikian tetap waspada.

“Setelah kami mendengar kabar bertia bahwa Bogor se­dang waspada akibat hujan yang sering dan besar maka kami waspada. Jalurnya lain dari Bendungan Katu Lampa dengan Tangsel, tapi harus tetap me­waspadai,” tutur mantan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga. Beruntung, hingga tadi malam, BPBD Tangsel tak menerima laporan banjir.

Sebelumnya, akibat hujan yang mengguyur Kota dan Ka­bupaten Bogor sejak pagi, ket­inggian volume air Bendung Katulampa mencapai 240 cm atau berstatus siaga 1. Banjir kir­iman diprediksi tiba di Jakarta Senin malam.

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto melakukan peman­tauan langsung ke Bendung Katulampa. Selain meminta petugas bersiaga, Bima juga langsung menelepon Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk mewaspadai banjir yang akan tiba di Ibu Kota pada pukul 21.00 WIB.

“Jadi pagi ini sudah siaga satu 240 cm. Sempat turun sedikit. Batas siaga satu kan 220 cm. Per­tama kami berkoordinasi untuk mengatisipasi adanya luapan air di sepanjang titik-titik yang di­lalui aliran sungai. Kita koordi­nasi, kita akan pantau, saya den­gan Kapolres dan BPBD akan patroli ke titik-titik tersebut,” ungkap Bima Arya, Senin (5/2).

Bima juga mengimbau warga Jakarta dan sekitarnya untuk bersiaga dan mewaspadai ban­jir kiriman yang akan tiba dari Bogor ke Jakarta dalam waktu sembilan jam.

“Kami mengimbau juga ke­pada warga Jakarta untuk me­waspadai karena diperkirakan dalam waktu sembilan jam atau jam sembilan malam nanti vol­ume air ini akan tiba di Jakarta. Saya sudah komunikasi dengan Pak Gubernur dan melaporkan perkembangan di sini agar bisa mengantisipasi,” jelas Bima. (mg1/irfan/jpg/gatot)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.