Dua Korban Longsor Sedang Puasa

BANDARA, SNOL—Dua pekerja wanita Garuda Maintenance Facilities men­jadi korban longsor di underpass pe­rimeter selatan Bandara Soekarno-Hatta, Senin (5/2) lalu. Keduanya se­dang menjalani puasa sunnah Senin – Kamis ketika peris­tiwa mengerikan itu terjadi. Salah seorang diantaran­ya, Dianti Dyah Ayu Cahyani meninggal dunia walaupun ber­hasil dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit lebih dulu ketimbang rekannya, Mukhmainna.

Putri, sapaan Dianti, dan Mukhmai­na tertimbun longsor ketika mobil yang mereka tumpangi melintas di under­pass jalur perimeter selatan. Evakuasi terhadap keduanya berlangsung dra­matis.

Tim SAR kesulitan untuk menge­luarkan korban yang berada di dalam mobil. Kesulitan terbesar dalam proses evakuasi ialah material longsor dan ta­nah yang begitu pekat.

Dianti Diah Ayu Cahyani berha­sil dikeluarkan dari dalam mobil oleh Tim SAR, Selasa (6/2) pukul 03.14 dinihari Wib. Dia langsung dibawa ke RSUD Tangerang lalu dirujuk ke RS Mayapada. Namun sayangnya, setelah dilakukan ob­servasi, Putri meninggal dunia lantaran mengalami patah tulang besar di paha, traumatik leher, na­fas dan detak jantung tidak stabil.

Sementara bernama Mukh­mainna baru berhasil dikeluar­kan sekitar pukul 07.00 WIB pagi. Terlihat korbam mengalami luka di bagian tangan kanan dan paha kananya. Saat ini korban dirawat di Rumah Sakit (RS) Siloam, Ka­bupaten Tangerang.

Mukhmainna dan Putri adalah karyawan GMF bagian financial analyst. Putri adalah karyawan tetap dan Mukhmainna adalah karyawan outsourcing.

Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Harry Kurniawan men­gatakan kedua korban sedang menjalani puasa Senin – Kamis saat kejadian. Harry mengaku ter­haru mendengarkan cerita dari Mukhmainna saat menjenguk di Rumah Sakit Siloam.

“Sempat berbincang sedikit dengan korban. Saat itu musibah terjadi, korban bersama temannya berniat untuk buka puasa bersama, puasa Senin-Kamis,” ungkapnya.

Selain itu, Harry mengatakan Mukhmainna tak berhenti ber­doa saat Honda Brio yang di­tumpanginya tertimpa tembok underpass yang ambrol. Harry menyebutkan kondisi ter­kini Mukhmainna sudah mu­lai membaik. Dia juga sudah mendapatkan informasi dokter mengenai kondisi korban itu.

“Kami memastikan lagi ke dok­ter rumah sakit ini secara fisik. Saya lihat Alhamdulillah, semoga, bersyukur mudah-mudahan baik ya,” ujar dia.

Harry menyebutkan Mukh­mainna merupakan warga Batu­sari, Batuceper, Tangerang Kota. Pihaknya juga terus mengikuti perkembangan kejadian longsor di kawasan Bandara Soekarno-Hatta pada Senin (5/2) pukul 17.00 WIB kemarin.

“Kedatangan saya ke sini memang saudari ini tinggal di Batu Ceper masuk wilayah Kota Tangerang. Kami ikuti perkem­bangan dari semalam di wilayah Polres Bandara, ,” ujar Harry.

Di lain sisi, isak tangis keluarga pecah saat jenazah Dianti Dyah Ayu Putri (27) tiba di rumah duka di perumahan Komplek Highland Park, Cipocok Jaya, Kota Serang pada Selasa (6/2) sekitar pukul 10.00 WIB kemarin. Saat tiba di rumah duka kemarin, jenazah Putri langsung dimandikan oleh keluarga. Kemudian disalatkan di salah satu masjid yang tak jauh dari kediaman keluarga.

Setelah sekitar setengah jam dis­alatkan, kemudian Putri dimakam­kan di tempat pemakaman kelu­arga yang lokasinya tidak jauh dari perumahan Komplek Highland Park, Cipocok Jaya, Kota Serang.

Kakak korban Ganda Anugrah Ramadhan (43) mengatakan, kelu­arga tak menyangka Putri akan be­gitu cepat meninggalkan dunia ini untuk selama-lamanya. Pasalnya, dua minggu yang lalu ia pernah bercerita ingin sekali menggelar reunian dengan teman-temannya saat masih menjadi mahasiswa di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Banten.

“Rupanya, dua minggu yang lalu itu merupakan pertemuan terakhir dengan korban,” pa­parnya, kemarin.

Ia menceritakan adiknya terse­but telah bekerja PT GMF Aeroasia atau perusahaan yang bergerak di bidang pesawat selama dua ta­hun. Korban memang mengontrak rumah di lokasi yang tak jauh dari tempat perusahaannya bekerja.

“Seminggu terkadang dua minggu sekali korban pulang ke rumah, biasanya tiap akhir pe­kan,” tukasnya.

Meski keluarga telah mengikhlaskan, namun pihaknya meminta aparat berwenang melakukan audit investigatif atas musibah tersebut. Apakah am­brolnya turab rel KA Bandara Soekarno- Hatta itu murni ke­celakaan atau ada prosedur yang salah dalam pembangunannya, apalagi belum genap dua bulan proyek itu diresmikan oleh Pres­iden Joko Widodo (Jokowi).

“Tentu aparat dan pemerintah juga tidak akan tinggal diam,” tu­turnya.

Ibunda Putri, Sudiana Susilan­ing menitipkan mukena kepada pihak perusahaan tempatnya bekerja di GMF Aero Asia. Ia me­minta mukena disimpan di musa­la agar menjadi ladang ibadah.

“Ada mukena di musala kan­tor, jangan dikembalikan untuk dipakai di musala,” kata Sudiana Susilaning saat menyalami rekan-rekan kerja Putri, Selasa (6/2).

Menurutnya, lewat mukena itu semoga menjadi kenang-ke­nangan dan ladang ibadah un­tuk semua. Sementara itu, rekan kerja mendiang Putri, Vanis men­gatakan, almarhum memang dikenal selalu tepat waktu saat ibadah. Rekan-rekan tahu bahwa Putri seorang yang baik di ling­kungan kerja.

“Kalau ketemu di musala saja, makanya tadi dibilang mukena di tinggal di musala. Jadi buat amal pahala almarhum saja,” katanya.

Dihubungi secara terpisah, Gu­bernur Banten Wahidin Halim (WH) ikut berbelasungkawa atas meninggalnya warga Banten atas musibah tersebut. Ia berharap ke­jadian seperti itu tidak terjadi lagi pada masa yang akan datan.

“Harus diperbaiki, karena menurut saya ada yang tidak beres. Untung itu bukan proyek Pemprov, melainkan proyek nasional,” ke­luhnya. (iqbal/ahmadi/jpg/gatot)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.