40 Sekolah, Rusak Akibat Gempa

Dindikbud Lebak Berharap Bantuan dari Kemendikbud RI

RANGKASBITUNG,SNOL–Paska ben­cana gempa melanda wilayah Lebak, Dinas Pendidikian dan Kebudayaan (Dindikbud) Lebak mendata gedung sekolah, baik yang rusak ringan, se­dang maupun rusak berat. Karena, gedung Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Dasar (SD), Taman Kanak-kanak (TK), serta Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), yang mengalami kerusakan dilaporkan ke Kemen­terian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI.

Berdasarkan data yang dihimpun, jumlah sekolah rusak akibat gempa, tingkat SMP sebanyak 10 sekolah, tingkat SD sekitar 27 sekolah, serta TK dan PAUD sebanyak 13 sekolah.

Kepala Dindikbud Lebak, Wawan Ruswandi mengatakan, setelah di­lakukan pendataan terhadap selu­ruh sekolah dari tingkat SMP, SD, TK dan PAUD, maka langsung dibuat laporan ke Kemendikbud. Pihaknya berharap, setelah dilaporkan ke Kemendikbud, ada bantuan untuk memperbaikinya.

“Laporan itu, perintah langsung dari Kemendikbud. Makanya kami ber­harap, ada perhatian besar dari Ke­mendikbud,” kata Wawan, Rabu (7/2).

Ditambahkannya, untuk SMP dan SD yang rusak, telah dilaporkan ke Kemendikbud. Diakuinya, akibat gun­cangan gempa tersebut, tidak seluruh kelas mengalami kerusakan. Sedang­kan untuk PAUD, ada beberapa yang tidak bisa digunakan, karena kondis­inya khawatir membahayakan murid dan guru.

“Meski ada ruang kelas yang rusak, para siswa dan guru diseluruh SMP dan SD yang rusak, tetap melakukan aktivitas Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di ruang kelas yang tidak rusak,” terangnya.

Sekretaris Dindikbud Lebak, Imam Suangsa menambahkan, awalnya Din­dikbud Lebak, merasa khawatir bila gedung SMP dan SD yang rusak aki­bat gempa, sama sekali tidak bisa di­gunakan. Namun, setelah dilakukan pendataan, serta hanya beberapa ru­ang kelas yang mengalami kerusakan dimasing-masing sekolah tersebut. Maka, aktivitas belajar mengajar tetap bisa dilaksanakan.

“Kami bersyukur. Meski ada yang rusak berat, namun masing-masing gedung SMP dan SD yang telah kami laporkan ke Kemendikbud, masih bisa digunakan untuk KBM dibeberapa ru­ang kelas lain, yang tidak rusak,” ujar Imam. (nipal/mardiana)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.