Dana Siluman Pengembang Rp 20 T Muluskan Reklamasi

JAKARTA,SNOL— Pengembang mengucurkan dana siluman untuk memuluskan proyek reklamasi di teluk Jakarta. Total dana yang su­dah dikucurkan hampir tiga kali lipat dana bailout Bank Century sebesar Rp 6,7 triliun.

“Duit Rp 20 triliun sudah dikeluarkan pengembang sejak Pilpres 2014 sampai sekarang. Makanya mereka mati-matian berusaha agar proyek reklamasi tidak di­batalkan Gubernur Anis Baswe­dan,” kata Pengamat Kebijakan Publik dari Budgeting Metropoli­tan Watch (BMW), Amir Hamzah di Gedung DPRD DKI Jakarta, Se­lasa (6/2).

Amir mengungkapkan, duit si­luman dari pengembang terse­but diantaranya digunakan untuk menyuap mantan Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Mohamad Sa­nusi yang ditangani KPK.

Kasus suap pembahasan dua ra­perda reklamasi Teluk Jakarta itu juga menyeret Presiden Direktur PT Agung Podomoro Land Ariesman Widjaja, dan karyawan PT Agung Podomoro Triananda Prihantoro.

Terkait kasus suap reklamasi, lan­jut Amir, berdasarkan keterangan tiga terdakwa terungkap ada keter­libatan anggota DPRD lain dan pe­jabat Pemprov DKI. Sementara itu pimpinan KPK sempat menyebut­kan bakal ada tersangka baru dalam kasus ini. “Sekarang momentum Gubernur Anies untuk mendorong KPK untuk menuntaskan kasus suap reklamasi itu,” ujar Amir.

Disisi lain, kata Amir, publik juga sedang menunggu rampungnya penggodokan rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) DKI Jakarta 2018-2022. Salah satu yang ditunggu adalah masalah reklamasi Teluk Jakarta. Apakah Anies-Sandi konsisten un­tuk membatalkan reklamasi sesuai janji kampanyenya pada Pilgub 2017 lalu.

Amir menilai sebenarnya soal reklamasi bukan semata dilanjut­kan atau tidak. Melainkan terkait dengan tata ruang Pantai Utara Ja­karta dan pengembangan kawasan strategis pantai ibukota negara.

“Hal lain yang perlu dicermati soal perkembangan geopolitik. Se­hingga diperlukan kehati-hatian.Sikap yang bersifat sentrifugal. Se­hingga bisa menyeimbangkan ke­pentingan nasional dengan penga­ruh perkembangan geopolitik dan geostrategi,” pungkas Amir. (dem/rmol/jpg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.