JORR Sercin Gerus Situ, Pemkot Angkat Bicara

CIPUTAT,SNOL— Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) ber­sama PT Cinere Serpong Jaya (CSJ) secara resmi menyampai­kan tanggapan atas tuntutan dari salah satu organisasi kepe­mudaan yang melakukan aksi penolakan terhadap proyek JORR Serpong-Cinere atau Sercin. Kelompok aktivis lingkungan hidup itu terus melancarkan aksi unjuk rasa lantaran menuding mengen­dus adanya pembiaran terhadap proyek jalan tol yang diduga kuat telah melanggar hukum.

Lima poin tanggapan dari aksi protes terhadap proyek JORR Serpong-Cinere atau Sercin res­mi disampaikan langsung oleh pejabat Dinas Pekerjaan Umun Kota (DPU) Tangsel. Isi keterangan dari tanggapan yang tertu­lis itu beredar di kalangan awak media. Pun juga telah dilayang­kan dan diterima oleh pihak pengunjukrasa yang tergabung dalam OKP Ganespa.

“Pertama, proyek jalan Tol Serpong-Cinere telah masuk ke dalam RTRW (Rencana Tata Ru­ang Wilayah) Tangsel sesuai dengan Pasal 18 Peraturan Daerah Provinsi Banten Nomor 2 Tahun 2011,” kata Kepala DPU Kota Tangsel, Retno Prawati lewat pe­san berantai WhatsApp, yang di­terima Kamis 8 Februari lalu.

Kedua, klaimnya, AMDAL untuk Ruas Jalan Tol Serpong-Cinere telah disahkan oleh Men­teri Lingkungan Hidup melalui Surat Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup (Kemen LH) Nomor 655 Tahun 2008 tentang Kelayakan Lingkungan Hidup Rencana Kegiatan Pem­bangunan Tol Ruas JORR II Ruas Serpong – Cinere pada tanggal 9 September 2008.

Poin berikutnya, gambar struk­tur Jembatan Situ Pamulang sudah diasistensikan dan telah mendapatkan saran teknis dari BBWSCC. “Pada saat ini sedang menunggu rekomtek (rekomendasi teknis) yang akan dikeluarkan dalam wak­tu dekat ini,” klaim Retno.

Retno menambahkan, poin ke­empat berkaitan dengan sempa­dan Situ Sasak akan digali lebih luas dan lebih dalam dari kondisi semula. Pekerjaan dilaksanakan setelah pembangunan Jembatan Situ Pamulang rampung dibangun sesuai dengan saran teknis dari Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC).

Diketahui, lembaga resmi negara itu berada di bawah naungan Kementerian PU dan Perumahan Rakyat. “Kegiatan pekerjaan Jembatan Situ Pamu­lang yang berbatasan dengan Situ Pamulang untuk sementara dihentikan,” tambahnya.

Sebelumnya, protes terhadap pembangunan trase JORR Ser­pong-Cinere di Jalan Raya Pad­jajaran, Pamulang semakin menguat. Puluhan aktivis lingkungan hidup yang tergabung dalam OKP Ganespa menggeruduk Balaikota Tangerang Selatan untuk melaku­kan unjuk rasa penolakan terhadap proyek tersebut.

Unjuk rasa ini merupakan lanjutan dari aksi sebelumnya di lokasi proyek pembangunan trase JORR Serpong-Cinere atau Sercin di Jalan Raya Padjajaran, Pamulang. Para aktivis meng­gotong keranda mayat sebagai protes lantaran PT Cinere Ser­pong Jaya (CSJ) telah menyaplok lahan garis sepadan Situ Sasak. “Ini aksi kedua, tapi terlihat tidak ada niat baik dari Pemerintah Kota Tangerang Selatan untuk melestarikan lingkungan,” kata Nurcholis Hafiz, koordina­tor aksi di Jalan Raya Maruga Nomor 1, Maruga, Kecamatan Ciputat, Kamis (08/2).

Dia mengatakan bahwa CSJ belum mengantongi izin dan rekomendasi analisa mengenai dampak lingkungan (Amdal). Kepastian itu diketahui setelah Ganespa berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Ci­liwung Cisadane yang berada di bawah naungan Kemente­rian Pekerjaan dan Perumahan Rakyat. (jarkasih)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.