Pendaftaran SNMPTN Dibuka 21 Februari

JAKARTA, SNOL—Pendaftaran calon mahasiswa baru lewat Seleksi Nasi­onal Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dipastikan dibuka mulai 21 Februari mendatang.

Ketua Panitia SNMPTN Ravik Kar­sidi pun mengingatkan para siswa yang telah melakukan verifikasi di Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) untuk memerhatikan dengan sungguh jadwal pendaftaran.

“Jadwal pendaftaran SNMPTN akan dimulai pada 21 Februari hingga 6 Ma­ret 2018,” kata Ravik di Jakarta, bebera­pa hari lalu.

Dia menjelaskan sehubungan dengan perkembangan statistik PDSS SNMPTN 2018 dan jadwal pengisian, finalisasi, serta verifikasi PDSS yang be­rakhir 10 Februari, panitia memberikan penambahan waktu kepada sekolah.

Khususnya sekolah yang sudah melakukan pengisian PDSS 2018 tetapi belum finalisasi. “Yang belum finalisasi dan verifikasi diberikan kesempatan sampai Senin (12/2) puku 23.59,” tan­dasnya.

 

PT Diminta Buka Prodi yang Dibu­tuhkan Pasar

Terpisah, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengatakan, pendidi­kan tinggi harus segera melakukan pe­rubahan mendasar dan mengembang­kan apa yang dibutuhkan pasar saat ini.

Semua aspek di pendidikan tinggi ha­rus bisa melakukan perubahan dalam menghadapi era Revolusi Industri 4.0 atau era digitalisasi yang masif.

“Kemenristekdikti sedang mengem­bangkan pembelajaran kuliah secara online. Intinya sistem pengajarannya dan perkuliahannya juga harus dikelola secara baik, maka pendidikan tinggi akan menjadi lebih baik. Ini semua atas arahan bapak presiden untuk pendidi­kan tinggi ke depan,” ujar Nasir di sela-sela kunjungan Presiden Joko Widodo yang melakukan pertemuan dengan civitas akademika Universitas Negeri Padang (UNP), Sumatera Barat bebera­pa waktu lalu.

Menteri Nasir mengatakan, Presiden Jokowi telah memberikan fokus kepada perguruan tinggi tentang apa yang ha­rus dikembangkan untuk pendidikan tinggi ke depan dalam mengatisipasi pesatnya perubahan teknologi dan in­formasi.

“Sebelumnya saya juga sudah sam­paikan bahwa era digitalisasi inilah yang harus ditangkap secara cepat dan memikirkan perubahan apa saja yang harus dilakukan. UNP harus segera melakukan lompatan dalam mengha­dapi era digitalisasi ini,” tandasnya.

Nasir menambahkan, program studi (Prodi) bisa dibuka dan tidak ada pem­batasan asalkan bisa memenuhi kebu­tuhan pasar dan dunia kerja saat ini dan ke depannya.

“Saya telah mencabut Peraturan Menteri mengenai adanya pembatasan-pembatasan Prodi. Intinya membuka prodi harus jelas rumpun ilmunya di mana, target pasarnya apa dan juga apa yang dibutuhkan tenaga kerja ke depan. Apakah Prodi itu bisa menciptakan la­pangan pekerjaan atau bisa diserap oleh dunia kerja, sehingga Prodi yang dibutuhkan bisa sesuai,” tambah Nasir.

Pada kesempatan yang sama, Rektor UNP Ganefri menyampaikan, pihaknya akan mengembangkan dan membangun prodi-prodi yang dibutuhkan di era digitalisasi. Prodinya seperti Ani­masi, Ekonomi Kreatif, Aplikasi Digital dan Toko Online sudah kami pikirkan. (esy/jpnn)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.