Ibu dan Dua Anaknya Tewas Penuh Tusukan

Ditemukan Berpelukan di Kamar

PERIUK, SNOL—Pembunuhan terhadap seorang ibu dan dua anaknya menggempar­kan warga Perumahan Ta­man Kota Permai 2 Kelura­han Periuk Kota Tangerang, Senin (12/2). Emah dan anaknya, Nova (19) serta Ti­ara (11) ditemukan warga perumahan tersebut telah tewas dengan luka tusukan di sekujur tubuh mereka.

Emah yang sehari-hari dikenal sebagai pedagang pakaian itu ditemukan tak bernyawa bersama kedua anaknya di kamar rumahnya, Perumahan Taman Kota Per­ mai 2, Blok B 6 RT 05/12. Perempuan berusia 40 an tahun itu bersimbah darah akibat tusukan pada kepala dan wajahnya. Se­mentara anaknya yang paling kecil menderita luka tusukan di bagian perut. Sedangkan anak pertamanya menderita luka di sejumlah bagian tubuhnya. ­

Kapolres Metro Tangerang Kombes Harry Kurniawan se­luruh korban tewas ditemukan di kamar. Selain ibu dan dua anaknya, satu penghuni rumah lainnya yakni Effendi (60) dite­mukan di kamar berbeda. Pria yang juga suami Emah itu juga dalam keadaan terluka. Dia di­larikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tangerang un­tuk mendapatkan perawatan medis.

“Ditemukan tiga orang korban semuanya meninggal dunia dan 1 orang laki-laki Effendi sedang kita rawat di RS dan dalam pros­es penyembuhan luka,”ungkap Kapolres di tempat kejadian perkara kemarin.

Kapolres menyebut untuk se­mentara ini wanita dewasa den­gan laki – laki yang ada di dalam rumah merupakan pasangan suami istri. Namun begitu dirin­ya belum dapat memastikan mo­tif dari pembunuhan tersebut.

“Informasi awal yang kita dapat bahwa memang keluarga korban ini adalah sepasang suami istri. Motifnya masih kita dalami apakah korban diduga dibunuh oleh orang terdekat atau ada pihak lain. Kita masih dalam oleh TKP mudah-mu­dahan segera terungkap siapa pelakunya, “ jelas Kapolres.

Salah satu tetangga korban Marti mengaku sempat men­dengar pertikaian antara suami istri tersebut. Warga kemudian merasa curiga dengan suasana rumah Emah yang mendadak hening pada sore hari. Warga selanjutnya memutuskan untuk masuk ke rumah tersebut.

“Sepeda motornya ada tapi enggak keluar, karena curiga ada apa-apa, saya panggil saya ketok pintunya. Tapi tidak ada jawaban. Sedangkan pintu rumah tidak di­kunci. Saya takut masuk, akhirnya panggil ketua RT,” tuturnya.

Ketua RT dan warga pun memberanikan masuk ke dalam rumah tersebut. Alangkah kag­etnya mereka, sesaat membuka pintu lantai bersimbah darah. Mereka pun menengok ke dalam kamar depan. Di sana ada Emah, , Nova (23) dan Tiara (11) tak ber­nyawa. “Posisinya mereka berpe­lukan, wajahnya ditutup bantal dan selimut,” katanya.

Mantan suami Emah, Moh Zealani yang mendatangi tem­pat kejadian perkara mengaku kaget mendengar peristiwa yang menimpa mantan istri dan anaknya tersebut. “Saya kaget mendengar informasi ini dari tetangga saya. Saya pisah su­dah lama dengan dia dan anak saya masih tinggal dengan dia,”jelasnya.

Selanjutnya dia menjelaskan dirinya sama sekali tidak men­genal Effendi yang merupakan suami Emah saat ini. “Saya tidak kenal dengan dia. Katanya dia kenal dengan mantan istri saya di tempat dia biasa dagang di masjid Al Azhom,” tandasnya.

Kapolsek Jatiuwung Komisa­ris Eliantoro Jalmaf mengatakan pihak kepolisian hingga saat ini masih menyelidiki kasus terse­but. Namun, dari hasil olah tem­pat kejadian perkara diketahui tidak ada barang-barang ber­harga yang raib dari rumah itu.

“Tidak ada barang berharga yang hilang,” ucap Eliantoro Jal­maf.

Selain itu, kata Eliantoro, dalam olah TKP yang dilaku­kan, pihaknya tidak menemu­kan ada kerusakan pada pintu rumah atau bagian rumah lain­nya. Sehingga, dengan adanya bukti tersebut kuat dugaan pelaku pembunuhan terhadap Emma(40), dan Nova (19) dan Tiara (11) diduga merupakan orang dekat.

Kendati demikian, Eliantoro belum bisa memastikan dugaan itu lantaran belum memiliki bukti kuat. “Belum bisa mendu­ga, kita masih menyelidiki,” kata Eliantoro. (iqbal/gatot)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.