Dibunuh Gara-gara Kredit Mobil

Suami Korban Pembunuhan Jadi Tersangka

PERIUK, SNOL—Misteri pem­bunuhan terhadap seorang ibu dan dua anaknya di Perumahan Taman Kota Permai 2, Periuk, Kota Tangerang akhirnya ter­ungkap, Selasa (13/2). Polres Metro Tangerang menetap­kan Muchtar Efendi, suami Emma (40) sekaligus ayah tiri Nova (19) dan Tiara (11), se­bagai tersangka kasus pem­bunuhan terhadap ibu dan anak tersebut.

Kapolres Metro Tangerang Kombes Pol Harry Kurni­awan kemarin menjelaskan kasus pembunuhan tersebut dipicu pertengkaran suami istri terkait permasalahan ekonomi. Menurut keterangan tersangka, cekcok muncul ketika korban meminta uang cicilan untuk membayar kredit mobil yang di­belinya. Permintaan uang cici­lan itu dilayangkan korban tiga hari sebelum pembunuhan atau pada Sabtu (10/2).

“Pertengkaran tersebut mem­buat tersangka berniat mem­bunuh istrinya,”ujar Harry dalam konferensi pers di tempat kejadian perkara, Perumahan Taman Kota Permai 2, blok B6 RT 05/012, Periuk.

Kapolres memastikan Ef­fendi membunuh ketiga kor­bannya menggunakan sebilah pisau. Setelah melakukan pem­bunuhan, tersangka menyem­bunyikan pisaunya di dalam lemari dan membuang telpon genggam korban ke loteng rumah.

“Kita dapatkan dari pen­gakuan tersangka yang saat ini masih dalam kondisi lemas,” ungkap seraya menunjukkan barang bukti.

Setelah membunuh, kata Ka­polres, tersangka sempat men­coba bunuh diri. Saat ditemu­kan, dia terluka pada bagian leher dan perut. Hingga kemarin siang, tersangka belum dapat memberikan keterangan secara utuh. Setelah sempat dibawa ke RSU Kabupaten Tangerang, ter­sangka dirujuk ke RS Kramat Jati Jakarta Timur.

“Ada luka di leher dan perut juga saat ini tengah penanga­nan. Saya sempat komunikasi dan menanyakan sekilas hanya yang terucap lemas minta maaf dan istigfar,” kata Harry.

Setelah kondisinya membaik, polisi akan memeriksa kejiwaan Effendi. Pemeriksaan dilaku­kan bekerjasama dengan dokter rumah sakit Kramat Jati.

“Kami akan bekerjasama den­gan dokter khusus kejiwaan un­tuk mengecek kejiwaan Effendi. Tapi itu tidak bisa dilakukan sekarang karena kondisi Effendi masih lemas dan belum dapat banyak ditanya,” ungkap Ka­polres.

Sementara itu, hingga tadi malam, jasad Emma, Nova dan Tiara masih terbujur kaku di ka­mar mayat Rumah Sakit Umum Kabupaten Tangerang. Jasad ke­tiganya masih akan diautopsi.

“Iya, belum dimakamkan, baru akan kita lakukan autopsi untuk melihat berapa banyak luka di tubuh ketiga jasad terse­but,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang Kota, Kompol Deddy Supriadi.

Ketiganya akan menjalani autopsi di RSUD Kabupaten Tangerang oleh tim dokter dari rumah sakit dan kepolisian. “Jadi, memang kemarin tim dok­ternya belum ada dan makanya kita tunggu hari ini. Keluarga pun kemarin belum ada dan saat ini sudah ada serta, sudah menyetujui proses autopsi un­tuk penyidikan lebih lanjut,” ujarnya kemarin.

Sebelumnya diberitakan, Emah yang sehari-hari dikenal sebagai pedagang pakaian itu ditemukan tak bernyawa ber­sama kedua anaknya di kamar rumahnya, Perumahan Taman Kota Permai 2, Blok B 6 RT 05/12. Perempuan berusia 40 an tahun itu bersimbah darah akibat tusukan pada kepala dan wajahnya. Sementara anaknya yang paling kecil menderita luka tusukan di bagian perut. Sedangkan anak pertamanya menderita luka di sejumlah bagian tubuhnya. Sang suami Effendi ditemukan dalam ke­adaan terluka. Dia dilarikan ke Rumah Sakit Umum Dae­rah (RSUD) Tangerang untuk mendapatkan perawatan me­dis. (iqbal/gatot)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.