1 Rumah Rusak, Penghuni Pilih Mengungsi

Dinding Rumah Ambrol Diduga Akibat Galian Pipa

CURUG, SNOL—Nasib malang dialami Abdul Kholik (52), warga Desa Curug Wetan, Kecamatan Curug. Dinding rumahnya retak dan ambrol lanta­ran diduga disebabkan oleh getaran mesin bor galian pipa PLN di depan rumahnya. Saat ini memang sedang berlangsung proyek galian pipa di sejumlah titik di Jalan Pusdiklat PemdaCurug.

Akibat kejadian itu, Abdul Kholik mengaku terpaksa harus menump­ang di salah satu rumah tetangganya, lantaran khawatir tertimpa runtuhan rumahnya sendiri apabila bertahan di dalam rumah. Apalagi, dia ting­gal bersama istri dan tiga anaknya di rumahnya itu.

Kholik juga mengaku, sampai saat ini kompensasi yang diterimanya dari pihak kontraktor atau pihak rekanan galian pipa PLN itu baru sebatas uang untuk sewa kosan, serta belum sampai untuk perbaikan rumahnya yang rusak, seperti dinding rumah yang retak dan ambrol.

“Rumah saya rusak, garagara itu ada galian. Akibatnya, sejak dua pekan ini saya terpaksa harus men­ginap di rumah tetangga sebelah rumah lantaran khawatir terkena re­runtuhan jika nekat terus berada di dalam rumah,” kata Kholik, kepada awak media, kemarin.

Menurut Kholik, kerugian yang di­alaminya saat ini tidak hanya rumah yang rusak. Namun, mata pencari­annya juga terus menyusut sejak keberadaan galian jaringan pipa PLN itu dikerjakan tepat di depan rumahnya.

“Saya jadi semakin merugi, akibat akses menuju rumah saya terputus akibat ada galian. Penghasilan saya se­makin menyusut saja, karena di rumah saya juga ada usaha lain, yakni buka dagangan onderdil kendaraan roda dua. Sekarang jadinya tutup,” katanya.

Meski begitu, kata Kholik, ia me­nyesalkan atas sikap rekanan yang mengerjakan galian tepat di depan rumahnya itu. Meski rumahnya saat ini menjadi hancur dan sudah tidak bisa ditempati lagi, namun, Kata Kholik, perhatian dari pihak rekanan galian seolah minim.

Kholik juga mengaku pernah di­tawarkan sejumlah uang sebesar Rp 300 ribu setiap bulannya untuk keperluan indekos. Menurutnya, tawaran pihak kontraktor kepada dirinya itu tidak sesuai dengan kondisi di lapangan. “Mana ada coba di daerah sini kosan dengan harga segitu (Rp300 ribu),” keluhnya.

Ia pun khawatir atas janji yang di­berikan oleh pihak rekanan yakni per­baikan rumahnya setelah pekerjaan galian di depan rumahnya rampung.

Kholik berharap agar pihak kon­traktor bisa segera memperbaiki rumahnya yang hancur itu. Menurut­nya, lambannya pekerjaan perbaikan dikhawatirkan akan menyebabkan kerugian lain yang dialaminya, aki­bat barangnya yang hilang setelah rumahnya ini tidak lagi ditempati.

“Jadi bergeletakan, khawatir hilang barangbarang di dalam rumah, agar segera bisa diperbaiki rumah saya yang rusak,” harapnya.

Sementara itu, Camat Curug Rahyu­ni mengaku akan meninjau langsung ke lapangan terkait adanya kejadian itu. “Besok (hari ini,red) saya akan tin­jau langsung ke lokasi,” jelasnya.

Rahyuni menambahkan, pihaknya pernah menggelar rapat bersama antar Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA), PLN dan pihak terkait mengenai adanya pekerjaan galian di sepanjang jalan Raya Pus­diklat Pemda, khususnya yang ada di wilayah Kabupaten Tangerang. Menurutnya, dalam rapat tersebut PLN menjanjikan akan mengganti seluruh kerugian apabila ditemukan di kemudian hari, seperti kerusakan jalan dan halhal lainnya.

“Waktu itu pernah gelar rapat ber­sama Dinas Bina Marga, PLN dan pi­hak terkait. Di situ PLN berjanji akan mengganti segala kerugian yang ter­jadi akibat galian yang sedang diker­jakan, termasuk kompensasi kepada warga apabila terjadi sesuatu,” pung­kasnya.

Pantauan Satelit News di lapangan, terlihat lubang bekas galian tepat berada di depan rumah Abdul Kho­lik. Sejumlah tiang penyangga ber­jejer di sekitar lubang galian untuk menyangga tanah agar tidak terus longsor saat pekerjaan galian ber­langsung. Hampir tiga bulan lebih pekerjaan galian kabel tersebut na­mun sampai saat ini belum juga ram­pung. Pekerjaan galian mulai dari jalan Kawawaci menuju pertigaan Pusdiklat. (mg1/aditya)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.