Bahasa Baduy Mendunia

Kemendikbud Gagas Kamus Bahasa Baduy

RANGKASBITUNG,SNOL–Suku adat kasepuhan Baduy, kembali mendapat keistimewaan. Kali ini, Kantor Bahasa Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Provinsi Banten, melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menggagas kamus Kosa Kata Bahasa Baduy.

Hal itu ditujukan, selain untuk memperkenalkan kesukuan Adat Baduy juga untuk mempermudah komunikasi wisatawan, atau ma­syarakat dengan warga adat Baduy, di Kabupaten Lebak.

Selain kosakata dan bahasa, dalam kamus itupun Kemendikbud akan memperkenalkan semua alat per­tanian tradisional yang selama ini digunakan warga Baduy, khususnya untuk bertani.

Staf Kantor Bahasa Banten Kemen­dikbud wilayah Banten, M Lutfi Bae­haqi mengatakan, pembuatan kamus kosakata bahasa budaya Baduy yang selanjutnya akan dicetak, serta diedar­kan ke perpustakaan diseluruh Indo­nesia, juga memiliki banyak tujuaan.

“Untuk memperkenalkan bahasa warga Baduy, untuk mempermudah komunikasi masyarakat Indonesia bila berwisata ke Baduy dan tujuan lainnya. Makanya, bahasa Baduy akan menasional atau mendunia,” ujar M Lutfi, yang ditemui diacara Desiminasi Kamus Kosakata Bahasa Budaya Baduy di Museum Multatuli, Rangkasbitung, Rabu (14/2).

Desiminasi Kamus Kosakata Baha­sa Budaya Baduy di Museum Multatuli, Rangkasbitung ini, Lutfi Baehaqi menambahkan, sebelum diterbit­kannya atau dikukuhkan buku ka­mus itu, butuh dikoreksi. Untuk itu, dihadirkannya sejumlah masyarakat Baduy, untuk memastikan kebena­ran bahasa yang sudah ditulis.

“Sudah kita buat, khawatir ada yang salah. Maka, kita gelar kegiatan ini dengan menghadirkan sejumlah masyarakat suku Baduy untuk mere­visi bahasabahasa yang sudah kita buat dibuku tersebut,” ujarnya.

Ditambahkanya, selain berbentuk kamus, pihaknya juga berencana agar kosakata bahasa budaya Baduy tersebut bisa dicetak menjadi sebuah buku saku. Bahkan setelah dicetak, maka buku saku tersebut bisa dibagi­kan kepada wisatawan di pintu ma­suk menuju kawasan Baduy, sebagai pedoman ketika mereka berbincang dengan masyarakat suku Baduy, baik Baduy luar maupun Baduy dalam.

“Setelah dicetak menjadi sebuah kamus bahasa ataupun buku saku, saya rasa banyak manfaatnya bagi masyarakat di Indonesia,”katanya.

Sementara, Asisten Daerah (Asda) II Bidang Keuangan dan Umum Set­da Lebak, Dedi Lukman yang hadir mewakili Sekretaris Daerah (Sekda) Lebak, Dede Jaelani mengatakan, Pemkab sangat mendukung program pembuatan kamus kosakata bahasa budaya Baduy. (mulyana/mardiana)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.