Giliran Bupati Subang Kena OTT KPK

Bersama 7 Orang Lainnya

JAKARTA,SNOL— Tim Satgas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tang­kap tangan (OTT) pada Selasa (13/2) malam lalu. Dalam operasi senyap itu, Bupati Subang Imas Aryumningsih berhasil diamankan KPK terkait perizinan prinsip penggunaan lahan untuk perusa­haan.

OTT yang menimpa Imas itu sekaligus menambah deretan ke­pala daerah dari Golkar yang ber­masalah dengan kasus korupsi. Se­belumnya, Bupati Jombang Nyono Suharli wihandoko juga ditangkap akibat aksi suapmenyuap.

Menanggapi hal itu, Ketua DPP Partai Golkar, Aziz Syamsuddin mengatakan, pihaknya mengakui bahwa tertangkapnya kembali kader partai Golkar menjadi cambu­kan keras untuk partai berlambang beringin hitam ini. Kondisi ini, kata Aziz, menjadi bahan intropeksi bagi partai Golkar untuk terus memper­baiki sistem ke depannya agar ma­salah ini tidak terulang kembali.

“Kita lihat perkembangannya, dari sisi mana ini yang perlu kita perbaiki, ya kita perbaiki. Tentu ini juga perlu didukung dari se­luruh komponen bukan hanya in­ternal partai Golkar tapi juga selu­ruh komponen bangsa,” kata Aziz di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (14/2).

Menurut pandangannya, saat ini partai Golkar telah sangat selektif dalam memilih calon yang akan menjadi kepala daerah. Namun, pihaknya pun tidak menampik un­tuk bisa dapat mengontrol seluruh kader yang ada di daerah.

Bahkan, kata Aziz, secara me­kanisme pendidikan kepartaian, Partai Golkar melalui Ketua Umum Airlangga Hartato selalu mengingatkan untuk tidak melakukan halhal di luar tindak pidana. “Ten­tu kami juga (sudah) selektif dalam memilih calon. Itu sudah melalui proses baik dari fit and proper test internal partai,” ucapnya.

Selain itu Partai Golkar yang saat ini memang telah mengusung tagline Golkar Bersih, tentu akan menghargai proses hukum yang sedang berjalan. Meski begitu, Aziz mengharapkan, serangkaian kejadian yang menimpa partainya itu bukan semata trapping atau jebakan dalam rangka menjelang Pilkada. Oleh karena itu, dia me­minta aparatur penegak hukum untuk dapat melakukan penyidikan secara objektif.

“Jangan karena agenda-agenda politik. Itu yang juga harus disam­paikan di komisi III,” pungkasnya.

Tim satgas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Subang, Jawa Barat, pada Rabu (14/2/2018) dini hari. Dalam OTT tersebut KPK menga­mankan delapan orang, satu dian­taranya adalah Bupati Subang Imas Aryumningsih. Selain itu ada pihak lain yang diamankan oleh KPK.

Bupati Subang Imas Aryumningsih sendiri merupakan peng­ganti mantan bupati Ojang Sohandi yang terjerat kasus korupsi, suap, dan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Sebelumnya Imas merupakan wakil bupati, sempat menjadi pelaksana tugas bupati. Imas menggantikan Ojang dan menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bu­pati pada 11 April 2016, dan dilan­tik menjadi Bupati Subang definitif di Gedung Sate, pada 8 Juni 2017. Imas merupakan politikus Partai Golkar.(ce1/aim/jpg)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.