19 Rumah Rusak, 120 Rumah Terendam

Dihantam Puting Beliung dan Dilanda Banjir  

PANDEGLANG,SNOL–Dua Kecamatan di Kabupaten Pandeglang yakni, Kecamatan Cikedal dan Pagelaran diguncang bencana angin puting be­liung, yang tengah mengakibatkan belasan rumah mengalami keru­sakan dan roboh, sekitar pukul 13.00 WIb, Kamis (15/2).

Untuk di Keca­matan Cikedal ada didua Desa yakni Desa Kadu Kolecer dan Desa Cipi­cung, dengan jum­lah total rumah yang mengalami kerusakan 14 rumah, dari jum­lah itu satu rumah mengalami roboh, serta satu gudang roboh. Untuk di Kecamatan Page­laran hanya di Desa Montor saja dengan jumlah kerusakan 5 rumah. Dalam peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa, hanya saja kerugian di­taksir kurang lebih mencapai Rp 320 juta.

Berbeda dengan di Kecamatan Cikeusik yakni sebanyak 120 rumah dan 40 hektar sawah di tiga desa yak­ni, Desa Sumurbatu, Sukawaris dan Sukaseneng, tengah dilanda banjir. Banjir itu terjadi akibatkan hujan de­ras selama satu hari yang mengaki­batkan air sungai Cibaliung meluap hingga membanjiri rumah warga.

Banjir yang terjadi pada Kamis (15/2) lalu, hingga saat ini kondisinya belum mengalami surut. Kare­na ketinggian airnya mencapai  dari 60 cm hingga 1 meter.

Seorang saksi mata warga Keca­matan Cikedal, Ibro mengungkap­kan, pada saat kejadian ia dan ke­luarganya sedang berada didalam rumah, tibatiba saja hujan besar dan lasung disusul angin kecang. Ke­tika ia melihat keluar rumah, angin kecang itu tengah memporakporan­dakan rumahnya dan rumah warga lainya.

“Saya rasa itu angin puting beliung, karena pas saya keluar diluar sudah acakacakan, itu juga ada gudang milik milik PT. Indomarco tengah mengalami ambruk akibat dihatam angin puting beliung tersebut,” kata Ibro, Jumat (16/2).

Anggota Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kecamatan Cikedal, Warsim membenarkan kejadian tersebut. Bahkan kata dia, ia dengan anggota lainnya langsung melaku­kan evakuasi dan pendataan ter­hadap warga yang terkena bencana angin puting beliung tersebut.

“Sementara ini yang berhasil kami data itu ada 14 rumah ter­diri dari 10 rumah rusak ringan, 1 rumah rusak sedang, 2 rumah rusak dan 1 rumah milik Fatimah warga Kampung Kadu Kolecer, Desa Babakanlor rata dengan ta­nah. Bahkan ada 1 gudang milik PT. Indomarco ambruk,” jelasnya.

Anggota Tagana Kecamatan Page­laran, Pridha Gunawan menambah­kan, bahwa di wilayah pemantau­annya juga tengah diterjang angin puting beliung. “Dari peristiwa itu tak ada korban jiwa hanya saja 5 rumah mengalami kerusakan. Kami sudah melaporkannya ke para pihak terkait baik desa, kecamatan mau­pun Badan Penanggulangan Ben­cana Daerah (BPBD),” ungkapnya.

Camat Cikedal, Mimif Mulyadi membenarkan musibah yang menimpa warganya. Kata dia, keru­sakan bangunan rumah yang dia­kibatkan oleh angin puting beliung itu bukan hanya terjadi di Desa Ba­bakanlor saja, akan tetapi di Desa Cipicung ada sebanyak tiga rumah yang rusak, diantaranya Rumah milim Makinah, kerusakan genteng rumah tertimpa pohon tumbang. Rumah Iroh kerusakan pada genteng tertimpah pohon dan Rumah Ratna kerusakan pada genteng rumah ter­timpa pohon.

“Waktu kejadian kami langsung terjun langsung ke lokasi kejadian melakukan pendataan korban. Di Desa Babakanlor ada 11 bangunan yang rusak, diantaranya 10 rumah dan 1 gudang,” ungkapnya.

Dalam peristiwa itu katanya, tidak ada korban jiwa, hanya ada korban yang mengalami luka ringan akibat tertimpa rumah yang roboh yakni, Fatma (75) mengalami luka lecet pada tangan sebelah kanan dan Rika (23) mengalami luka lecet pada kaki sebelah kanan.

“Saat ini korban dirawat oleh ke­luarga masingmasing. Akibat dari bencana trsebut, kerugian yang dialami oleh para korban diperki­rakan mencapai Rp 300 juta,” pung­kasnya.(nipal/mardiana)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.