Gambar Arief-Sachrudin di Kanan Surat Suara

KPU Lakukan Undian Letak Paslon

TANGERANG, SNOL—Meski sebelumnya sempat menyatakan paslon tunggal walikota/wakil walikota Tangerang Arief R Wismansyah-Sachrudin secara otomatis akan mendapat posisi pertama dalam kolom surat suara, namun KPU akhirnya menggelar pleno pengun­dian letak kolom. Pengundian dilak­sanakan pada Kamis (15/2) di ruang rapat lantai III Gedung KPU.

Selain seluruh komisioner KPU dan pasangan AriefSachrudin, hadir dalam rapat pleno tersebut antara lain, Ketua Panwaslu Kota Tangerang Agus Muslim dan sejumlah pengu­rus parpol pengusung serta simpa­tisan. Rapat digelar pada sore hari tepatnya pukul 15.00 WIB.

Ketua KPU Kota Tangerang, Sanusi mengatakan, rapat pleno digelar berdasarkan surat edaran dari KPU RI No 160 pada tanggal 12 Februari 2018. “Penetapan ini akan menjadi bahan dalam sosialisasi di alat pera­ga serta surat suara,” ujar Sanusi.

Dalam proses penetapan letak kolom itu, KPU menyediakan dua pilihan surat suara yang tergulung. Keduanya pun dipersilakan memilih salah satu kertas yang digulung. Arief kemudian meminta Sachrudin sebagai perwakilan untuk memilih. “Silakan pilih Pak Sachrudin!” ucap­nya. Meski awalnya sedikit grogi, Sa­chrudin akhirnya mengambil salah satu kertas yang digulung. “Bismil­lahirohmanirohim,” ucap Sachrudin seraya membuka gulungan kertas. Ternyata, mantan Camat Cipondoh dan Pinang ini memilih kolom kanan atau tepatnya pada posisi kolom per­tama.

Usai pengundian, Arief me­nyatakan, setelah mendapatkan po­sisi kolom di surat suara, pihaknya akan memasukkan dalam desain alat peraga kampanye. “Nanti akan ma­sukan contoh surat suara agar ma­syarakat bisa menambah gambaran dalam surat suara,” katanya. Terkait mendapatkan posisi kanan dalam surat suara, Arief menyukuri apapun yang didapatkan. “Semua baik dan yang paling baik adalah kanan, jalur kanan aja ya,” ujarnya.

 

Berkunjung ke Rumah Warga

Sementara, pada Jumat (16/2) pagi Arief R Wismansyah berkeliling kam­pung berkunjung ke rumah warga keturunan Tionghoa di Kelurahan Sukajadi. Didampingi anak dan sang istri, ia menyambangi sejumlah to­koh masyarakat setempat. Berjalan kaki, mengenakan kaos berwarna merah dipadu celana training warna hitam dan sepatu kets hitam, dari lorong ke lorong, ia menyapa warga seraya mengucapkan selamat tahun baru Imlek.

“Selamat tahun baru ya,” ucap­nya. Bahkan di salah satu pemilik rumah tua milik warga, Arief mam­pir dan mencicipi hidangan berupa buah rambutan. Di rumah warga ini, Arief mendengar berbagai per­masalahan warga hingga bercerita halhal keseharian. Kurang lebih 15 menit berkunjung, rombongan akh­irnya berpamitan untuk meneruskan kunjungan ke tempat lain. Selama berkunjung dari rumah ke rumah warga, salah satu ‘ritual’ yang tak terlewat adalah berfoto bareng atau sekadar berswafoto. Mulai dari kaum bapak, ibu, remaja, bahkan anak-anak dengan sabar dilayani satu per satu oleh mantan Presdir Sari Asih Group ini. Bahkan, sebelum pulang ke rumahnya, rupanya ada seorang pemuda mengendarai motor mengi­kuti dari belakang. Mengetahui Arief hendak pulang, pemuda tersebut langsung berteriak memanggil. “Pak wali foto dulu, saya belum dapet tadi,” ujarnya.

Spontan Arief dan rombongan menengok ke belakang. “Ya boleh, ayo sini. Mau foto biasa apa selfie nih,” tanyanya. “Foto biasa saja pak,” ucapnya.”Cekrekkkk…, senyum pun tersungging dari pemuda. Kurang lebih 5 menit, ‘sesi foto’ pun be­rakhir. Puas bisa berfoto pemuda itu menerus perjalanannya setelah se­belumnya bersalaman dan menyam­paikan terimakasih. Sementara, Arief dan keluarganya akhirnya pulang ke kediamannya dengan berjalan kaki setelah kurang lebih dua jam berkeliling wilayah. (made)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.