Anggaran Tiap OPD Dipangkas

Pemprov Proyeksikan Pembenahan Tiga Sektor

KOTa SeranG, SnOL – Pemprov Ban­ten memastikan tahun 2018 ini me­mangkas anggaran di tiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkun­gan Pemprov Banten. Pemangkasan itu untuk diproyeksikan pada pem­benahan tiga sektor diantaranya pembangunan infrastruktur jalan, pendidikan dan kesehatan.

Sekretaris daerah (Sekda) Ban­ten Ranta Soeharta mengatakan, pemangkasan anggaran di tiap OPD tersebut sesuai dengan perintah Gu­bernur Banten Wahidin Halim, kare­na yang bersangkutan ingin pemban­gunan Banten ke depan lebih fokus. Tiga sektor yang akan dibenahi pada tahun pertamanya adalah pembena­han infrastruktur jalan, pendidikan dan kesehatan. “Jadi tiga sektor itu memang yang saat ini dibutuhkan oleh warga Banten untuk mening­katkan IPM (Indeks Pembangunan Manusia) dan daya beli masyarakat juga,” katanya, usai membuka Forum Rencana Kerja Dinas Sosial (Renja Dinsos) di aula Dinsos Banten, KP3B, Curug, Kota Serang, Selasa (20/2).

Mayoritas dana yang dipangkas adalah anggaran biaya-biaya rapat yang dianggap tidak terlalu pent­ing. Rata-rata pemangkasan sekitar 5 hingga 10 persen dari total ang­garan yang diperoleh dari OPD yang bersangkutan. “Sektor infrastruktur jalan, pendidikan dan kesehatan adalah pelayanan dasar terhadap masyaarakat, harus diperioritaskan dan diutamakan,” paparnya.

Saat disinggung nominal angga­ran untuk tiga sektor tersebut, Ranta mengaku angkanya pada kisaran leb­ih dari Rp 1 triliun. Sementara OPD yang dipangkas anggarannya adalah OPD selain Dinas Peker­jaan Umum dan Penataan Ru­ang (DPU PR), Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Banten. “Termasuk Dinsos di dalamnya. Makanya kita minta Dinsos lebih bijak dalam me­nyusun rencana kerja (Renja) untuk tahun 2019. Mengingat ikut dipangkasnya anggaran Dinsos dan beberapa OPD guna mengejar percepatan pemban­gunan infrastruktur, pendidikan dan kesehatan dalam dua tahun kedepan. Keinginan kita un­tuk Dinsos itu kita catut semua. Hanya saja anggaran kita saat ini memang terbatas,” ujar Ranta.

Kendati demikian, Ranta mengapresiasi kinerja Dinsos dan para relawan di dalamnya, yang dinilai tanggap dalam memberikan bantuan saat ter­jadi bencana. Hal ini terlihat saat terjadinya gempa di Lebak dan Pandeglang beberapa wak­tu lalu, dimana bantuan Dinsos dan relawannya langsung terjun ke beberapa titik lokasi. “Saya kira Dinsos ini luar biasa. Kalau banjir atau bencana lainnya Din­sos duluan. Kirim beras, kirim bantuan. Dan itu yang penting,” ujarnya.

Sementara, Kepala Dinsos Banten Nurhana mengaku, jika Renja Dinsos 2019 masih mengacu pada renja 2018. Hal ini dikarenakan rencana strat­egis yang masih sesuai dengan APBD yang ada. “Renja 2019 masih mengacu kepada 2018. Karena memang renstra kita masih sesuai dengan APBD kedepan,” papar Nurhana. Dengan dihadiri pemerhati sosial, Nurhana pun berharap, forum Renja yang digelar bisa merumuskan beberapa pro­gram kegiatan yang tentunya lebih efisien dan tepat sasaran. (ahmadi/made)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.