Selundupkan 1,8 Ton Sabu, Kapal Taiwan Disergap

JAKARTA,SNOL – Polri kembali men­catat rekor dalam pengungkapan kasus narkoba. Direktorat Narko­ba Bareskrim Polri baru saja mengungkap penyelundupan 1,8 ton sabu-sabu di Batam.

Direktur Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Daniyanto mengatakan, pengungkapan 1,8 ton sabu-sabu itu berkat kerja sama dengan instansi lain. Yakni Di­rektorat Jenderal Bea Cukai dan Polda Metro Jaya. “Ada sekitar 1,8 ton. Jadi ini dilakukan oleh satgas gabungan Bareskrim Polri, BC dan Dirresnarkoba Polda Metro Jaya,” kata dia kepada wartawan, Selasa (20/2).

Menurut dia, pengintaian ter­hadap penyelundupan barang ha­ram itu sudah dilakukan sejak satu setengah bulan lalu. “Kami telusuri, mapping (pemetaan, red), profiling (membuat profil, red) dan penyeli­dikan di mana tempat mendarat­nya,” terang dia.

Eko menambahkan, jumlah 1,8 ton sabu-sabu itu merupakan rekor baru. Sebelumnya, rekornya di­pegang Polda Metro Jaya yang mengungkap 1 ton sabu-sabu di Banten. “Alhamdulillah pecah rekor,” imbuh mantan Dirnarkoba Polda Metro Jaya ini.

Kini, Bareskrim telah menahan empat orang dari kasus itu. Pelaku penyelundupan menggunakan ka­pal Taiwan berbendera Singapura.

Oleh tim gabungan, kapal itu ditemukan di dekat Batam pagi tadi sekira pukul 07.30 WIB. “Kemudian kapal dibawa ke Batam di Pelabu­han Bea Cukai, setelah diperiksa dengan anjing pelacak ditemukan sabu-sabu 1,8 ton,” tegasnya.

Dirtipid Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Daniyanto mengatakan Tim gabungan menemukan 81 ka­rung berisikan methampetamine. Masing-masing karung memiliki be­rat 20 kg. “Tersangkanya empat orang warga negara Taiwan,” ujarnya.

Eko menuturkan, 4 warga negara Taiwan, Tan Mai, Tan Yi, Tan Hui, dan Liu Yin Hua di kapal tersebut telah dibekuk. Sedangkan barang bukti narkoba di kapal tersebut berhasil ditemukan dengan bantuan dari anjing pelacak. Saat ini polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui informasi lebih jelas.

Wakil Ketua DPR RI Taufik Kur­niawan mengapresiasi kinerja Bareskrim Polri dan Bea-Cukai yang berhasil mengungkap temuan 1,8 ton sabu di perairan Anambas, Kepulauan Riau. Kapal berbendera Taiwan itu ditangkap saat bergerak dari Malaysia menuju Taiwan.

“Kami mengapresiasi kinerja aparat yang telah mengungkap nar­koba seberat 1,8 ton itu. Narkoba se­banyak itu, menjadi ancaman yang sangat besar bagi Indonesia. Kami apresiasi aparat bisa mencegah ma­suk wilayah Indonesia,” tegas Taufik di gedung DPR RI, Senayan, Jakarta. (mg1/jpnn/jpg)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.