“Beruang Hitam” Tumbangkan Reklame Liar

CILEDUG, SNOL—Papan reklame (Bill­board) di Pertigaan Joglo – Ciledug ditertibkan Tim Beruang Hitam Bi­dang Penegakan Produk Hukum Dae­rah Satuan Polisi Pamong Praja (Ga­kumda Satpol PP) Kota Tangerang, Rabu (21/2). Media iklan itu disebut tak berizin serta melanggar ketertiban umum. Teguran telah dilayangkan pi­hak Satpol PP sebelum mengeksekusi papan reklame tersebut.

Di papan reklame itu, terpasang iklan sebuah apartemen. Konstruksi papan reklame itu, dikatakan Kepala Bidang Gakumdu, Kaonang, belum memiliki ijin mendirikan bangunan (IMB). Selain itu, sambungnya, pemi­lik billboard itu tak memiliki ijin iklan serta tidak membayar pajak daerah.

Koanang menjelaskan penertiban ini dilakukan atas perintah Kepala Satpol PP Kota Tangerang, Mu­mung Nurwana. Eksekusi dilakukan setelah menerima rekomendasi dari Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Pertamanan. Dia menambahkan, lokasi berdirinya reklame itu akan digunakan sebagai taman kota.

“Surat sudah kami layangkan ke pengelola Apartemen West Senayan yang menggunakan papan reklame liar tersebut namun tidak ada tang­gapan,” jelas Kaonang didampingi Kepala Seksi Hubungan antar Lem­baga (Kasi Hubtarga) yang juga Koordinator Tim Beruang Hitam, Ahmad Payumi dan Kasi Penegakan Tatang Sumantri.

Dijelaskan Kaonang, sementara penebangan baru selesai menurunk­an seluruh iklan yang berlapis-lapis. Besok (hari ini) dilanjutkan pelak­sanaan penurunan konstruksi besi reklamenya.

Diterangkan lebih lanjut oleh Ka­onang, dalam penebangan papan reklame liar itu Tim Beruang Madu mengalami kendala karena keterba­tasan peralatan untuk personil yang menurunkan konstruksi.

“Kami belum ada savety belt, tam­bang, helm, rompi. Besok pagi (hari ini) diupayakan beli alat-alat terse­but dengan uang patungan personil Gakumda. Kami lakukan koordinasi dengan OPD lain yang mampu men­dukung penertiban reklame. Kami pastikan walaupun dengan alat apa adanya penertiban tetap berjalan,” jelas Kaonang.

Terlihat di lokasi beberapa kon­struksi besi sudah rapuh. Hal itu, dinilai Kaonang, sangat memba­hayakan pengguna jalan atau pe­jalan kaki di sekitar lokasi. Di hari yang sama, Tim Beruang Hitam juga memberhentikan paksa pemban­gunan konstruksi reklame milik PT Prima Harapan di pinggir jalan Tol Kunciran Jaya, Pinang.

Pihak pelaksana PT Prima Harapan ketika ditanyakan mengenai keleng­kapan ijin oleh Tim Beruang Hitam Bidang Gakumda belum mampu menunjukkan IMB. Pihak pelaksana hanya mengantongi ijin view dari Jasa Marga. Kontruksi terindikasi dibangun di atas tanah fasilitas umum jalan raya.

“Perlu segera dilakukan pemanggi­lan terhadap vendor untuk membuat pernyataan menghentikan aktivitas konstruksi sebelum mengantongi IMB dan siap membongkar sendiri bila lokasi pembangunannya meny­alahi aturan,” tegas Kaonang.

Beberapa peralatan kerja di anta­ranya las, tambang telah dilakukan penyitaan oleh PPNS Bidang Ga­kumda. “Dalam kegiatan pebert­iban oleh Tim Beruang Hitam kami didampingi Kasi Hubtarga sebagai Koordinator Beruang Hitam, Kasi Penegakan, PPNS dan staf Gakum­da,” pungkas Kaonang.

Anggota Komisi I DPRD Kota Tangerang, Edy Ham mendukung tindakan tegas yang dilakukan Sat­pol PP Kota Tangerang. Menurutnya, reklame liar yang tidak berijin, tidak membayar pajak serta menggunakan lahan negara harus ditertibkan.

“Dalam pelaksanaan menum­bangkan papan reklame liar, tentu­nya Satpol PP ada koordinasi dengan instansi terkait. Pasti juga Satpol PP telah melakukan pemanggilan kepa­da pihak pemilik atau penyewa pa­pan reklame liar itu,” jelas Edy Ham.

Penumbangan papan reklame liar, jelas Edy Ham, merupakan tinda­kan tegas yang patut diapresiasi. Bila pihak perusahaan reklame masih membandel, sambungnya, bisa dia­jukan ke sidang Tipiring.

“Dalam Perda yang baru nanti, sanksinya dalam sidang Tipiring adalah denda Rp50 juta atau ku­rungan tiga bulan,” ungkap anggota DPRD Kota Tangerang, Edy Ham. (irfan/gatot)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.