Mekanik Tersangka Baru Bus Maut

SUBANG,SNOL— Peristiwa Kecela­kaan bus maut yang menewas­kan 27 orang di Tanjakan Emen, Subang pada Sabtu (10/2) lalu masih terus diselidiki. Setelah menetapkan sopir Amirudin (32) sebagai tersangka, Satuan Lalu Lintas Polres Subang kem­bali menetapkan tersangka baru yakni Saif Rudi, seorang mekanik perusahaan otobus (PO) Premium Fassion.

Kapolres Subang AKBP Mu­hammad Joni mengatakan, Saif yang sebelumnya berstatus saksi dalam kasus kecelakaan bus Pre­mium Fasion nopol F 7959 AA yang menewaskan puluhan war­ga Legoso Pisangan Kecamatan Ciputat Timur Kota Tangerang Selatan itu terungkap bahwa sebelum insiden terjadi, pelaku memerintahkan Amirudin un­tuk menyumbat selang rem yang bocor menggunakan baut.

“Yang bersangkutan menga­rahkan sopir dan kondektur un­tuk memotong selang dan me­nambal dengan baut,” ujar Joni, Kamis (22/2).

Ternyata setelah ditambal menggunakan baut malah be­rakibat fatal. Rem bus tak ber­fungsi baik sehingga terjadi ke­celakaan hingga menewaskan puluhan penumpang bus dan satu pengendara motor. Karena kelalaian itu penyidik meningkatkan status Saif dari saksi menjadi tersangka.

Komunikasi antara Amirudin dan Saif terkait rem bus yang bermasalah itu terjadi waktu istirahat di kawasan Setiabudi Kota Bandung sebelum melan­jutkan perjalanan ke Tangkuban Parahu dan Ciater Kabupaten Subang. Tersangka Amirudin menyumbat selang rem yang bo­cor menggunakan baut sehingga menyebabkan sistem dan fungsi rem bus terganggu.

“Kalau melintas di jalan da­tar dengan kecepatan rendah, mungkin enggak masalah, tapi kalau di jalan menurun dan naik pasti bermasalah,” ujarnya.

Direktur Lalu Lintas Polda Jabar Kombes Prahoro mem­benarkan penetapan tersangka tersebut. Pihaknya membantu penyidikan Polres Subang mengusut kasus tersebut. “Ada dua tersangka, sopir dan mekanik. Kami masih terus mendalami kemungkinan bertambahnya tersangka baru dari pimpinan manajemen bus, sejauh mana keterlibatan pimpinan manaje­men dalam rangkaian kecela­kaan tersebut,” ungkapnya.

Tersangka Amirudin dijerat pasal 311 ayat (1) UU LLAJ dengan ancaman maksimum 12 tahun penjara. Sementara Saif Rudi dijerat pasal 359 KUHP ayat 3,2,1 dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

Kecelakaan yang menimpa rombongan anggota Koperasi Simpan – Pinjam Permata terja­di usai Rapat Anggota Tahunan (RAT) di Lembang, Bandung Barat. Puluhan orang anggota koperasi meninggal dan bela­san lainnya luka-luka lantaran salah satu bus yang ditumpangi terguling.

Kecelakaan yang melibatkan bus pariwisata Perusahaan Oto­bus (PO) Premium Passion dan sepeda motor itu terjadi pada Sabtu (10/2) sekira pukul 17.30 WIB. Walikota Tangerang Se­latan, Airin Rachmy Diani mengatakan, rombongan itu hen­dak berwisata ke kawasan Ciater usai melaksanakan RAT. Bus bermuatan sekitar 50 orang itu, sebut Airin, terlebih dahulu me­nabrak motor dan menyebabkan pemotor itu tewas.

“Telah terjadi kecelakaan di wilayah Subang, Jawa Ba­rat, di mana itu banyak warga Tangerang Selatan yang ada di wilayah kelurahan Pisangan, Kecamatan Ciputat Timur. Ada tiga bus yang berangkat ke sana, kecelakaan satu bus. Tadi saya cek ditanyakan pada pak lurah Pisangan yang sekaligus adalah kepala Rombongan, sekitar 51 orang yang ada di dalam, dan sekarang yang korban mening­gal ada 26,” jelasnya saat jumpa pers di RSU Tangerang Selatan, Pamulang, Minggu (11/2) lalu. (jpg/jarkasih)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.