AF Ajarkan Syahadat dengan Cara Berbeda

Pria Asal Lumajang Diamuk Warga Poris Gaga

BATUCEPER, SNOL—Seorang pria asal Lumajang Jawa Timur berinisial AF menjadi sasaran amuk massa di Blok Tempe Kelurahan Poris Gaga, Batu Ceper Kota Tangerang. AF dituding menyebarkan ajaran sesat kepada masyarakat setempat. Dia pun dipu­langkan ke kampung halamannya akibat insiden tersebut.

Salah seorang warga Wilda mengatakan AF menyebarkan ajaran­nya dengan mendatangi rumah – rumah mereka. Tanpa mengucap­kan salam, AF langsung berceramah sambil memberikan selembaran kepada warga. Selain itu, ada keane­han dalam dakwah yang dilakukan pria kelahiran tahun 1976 tersebut. AF mengucapkan syahadat tidak seperti yang sudah diajarkan agama Islam.

“Warga merasa tidak senang kare­na merasa Nabi Muhammad SAW dihina. AF berkata ‘siapa orang yang mengikuti Muhammad & Hadistnya yaitu memfitnah atau durhaka ter­hadap Allah.’ AF juga mengucapkan syahadatnya berbeda dengan aja­ran Islam pada umumnya. Dia ber­kata ‘Asyhadu Allaa Ilaaha Illallaahu wahdahuu laa syariikalah syahadah rosul, nabi dan mukmin, Nabi Mu­hammad syahadat mustahil dan sholat jumatnya dilaksanakan hari Sabtu,’”beber Wilda.

Masyarakat sekitar merasa geram dan juga marah atas apa yang dise­barkan oleh AF. “Ya warga langsung mengusung dia (AF) kemudian men­ganiaya. Tetapi ada petugas kepoli­sian yang datang dan langsung mengamankannya,” bebernya.

Saat dikonfirmasi Kapolsek Batu­ceper AKP Hidayat Iwan Iriawan membenarkan insiden tersebut. Namun begitu menurut Iwan, yang bersangkutan hanya menyebut cara syahadat yang berbeda.

“Ia ada yang kita amankan kema­rin (red). Tapi dia hanya cara sya­hadatnya aja yang berbeda sampai membuat masyarakat geram,” jelas Kapolsek.

Menurut Kapolsek pihaknya den­gan sigap menyambangi lokasi terse­but setelah mendapat laporan warga sekitar. “Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan kita langsung amankan dia (AF) bersama dengan keluarganya. Dia juga belum lama mengontrak di tempat itu,” jelas dia.

Selanjutnya Kapolsek mengatakan atas insiden tersebut, setelah dilaku­kan pemeriksaan AF bersama dengan istri dan anaknya dipulangkan ke kampung halamannya. Hal terse­but dilakukan guna menghindari kejadian yang tidak diinginkan di wilayah Kota Tangerang.

“Sudah tadi, kita langsung pulang­kan sama anak dan istrinya. Kita beri­kan ongkos dan langsung kita naikkan ke mobil,” tukasnya. (iqbal/gatot)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.