Dua TKW Dipulangkan Dalam Kondisi Sakit dan Wafat

Asal Kabupaten Serang

KAB SERANG, SNOL–Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Ten­aga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Se­rang kembali membantu pemulan­gan TKW yang bekerja di luar negeri. Sebelumnya dua TKW berhasil dipu­langkan dengan kondisi satu orang wafat dan satu dalam keadaan sakit.

Kedua TKW tersebut berasal dari Kabupaten Serang, yakni warga Ke­camatan Kragilan dan Kecamatan Carenang. Kepala BNP2TKI Serang, Ade Kusnadi mengatakan, TKW yang meninggal tersebut bekerja di Arab Saudi bersama dengan tiga orang anak dan suaminya. TKW bernama Maimunah tersebut mengalami koma selama sebelas hari, namun ia menyatakan tidak dapat memberi tahu penyebab penyakitnya.

“Untuk penyakitnya, hanya da­pat diberi tahu oleh Kemenlu, kami hanya memberikan pendampingan untuk pemulangan TKW saja,” jelas Ade, Kamis (1/3). Ade menyatakan, wanita berumur 41 tahun ini sudah cukup lama bekerja disana. Adapun sebagai bentuk pendampingan dari BNP2TKI Serang, diberikan uang santunan serta biaya pemulan­gan jenazah. “Bentuk santunannya berupa uang sebesar Rp2,5 juta, sedangkan biaya pengantaran jenazah digratiskan,” ujarnya.

Sementara, Wakil Ketua Komi­si II DPRD Kabupaten Serang Heri Azhari meminta Dinas Ten­aga Kerja (Disnaker) Kabupaten Serang melakukan evaluasi ter­hadap perusahaan penyalur jasa tenaga kerja Indonesia (TKI) ke luar negeri. Evaluasi ini dipan­dang perlu untuk mengetahui seberapa patuh perusahaan tersebut terhadap peraturan pe­rundang-undangan dalam men­girimkan TKI.

Permintaan evaluasi ini dis­ampaikan seiring dengan adan­ya informasi bahwa Eka Sole­hah Putri, TKW asal Kabupaten Serang yang telantar di lokasi penampungan di Arab Saudi. “Perusahaan penyalur harus bertanggung jawab kalau ada TKW yang telantar,” terang Heri Azhari, Kamis (1/3).

Heri juga berharap kepada di­nas terkait untuk lebih intensif melakukan sosialisasi kepada masyarakat, terkait mekanisme kerja di luar negeri. “Intinya di­nas harus lebih intens melakukan sosialisasi kepada masyarakat supaya tidak mudah tertarik bek­erja di luar negeri,” tegasnya.

Diinformasikan sebelumnya, Eka Solehah Putri, tenaga kerja wanita (TKW) asal Kampung Kepuh, Desa Lebak Kepuh, Ke­camatan Lebakwangi, Kabupat­en Serang, Banten mengeluh­kan kondisi penampungannya di Arab Saudi. Melalui akun Facebooknya, Eka yang tiba di Riyadh, Arab Saudi, pada 9 Februari lalu memotret kondisi penampungan para TKW yang tampak telantar.

Dalam akun medsosnya, Eka mengunggah foto-foto para TKW di penampungan yang ti­dur menumpuk di lantai, salah seorang TKW yang mengalami luka di bagian kaki. Ia juga men­gunggah foto seorang TKW asal Kabupaten Serang yang diduga mengalami depresi. Ia merasa iba dengan Maesaroh yang ker­ap melamun dan kerap bicara seorang diri.

Saat dihubungi wartawan Rabu (28/2), Eka mengaku dirin­ya bisa menggunakan medsos hanya saat mendapatkan sinyal wifi gratis. Eka mengatakan bah­wa di penampungan tersebut banyak yang belum mendapat kepastian kerja. “Ada yang kerja di majikan, kadang balik lagi ke syarikah (kantor-red) karena ng­gak kuat kerjaan, sama makan kadang jarang,” ujarnya. (bnn)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.