Kecamatan Cikupa Tak Punya GSG, Rapat Digelar di Restoran

TIGARAKSA, SNOL—Hingga kini pembangunan dan perawatan Gedung Serba Guna (GSG) di kecamatan belum optimal. Pa­dahal, fungsi GSG sangat penting untuk mengakomodir keg­iatan dan rapat di kecamatan.

Informasi yang dihimpun Satelit News, salah satu keca­matan yang belum memiliki GSG sendiri adalah Cikupa. Aki­batnya, saat hendak menggelar rapat besar, pihak kecamatan terpaksa menyewa gedung un­tuk menampung para pengun­jung yang datang dalam jumlah banyak.

Kasi Pelayanan Kecamatan Cikupa, Muhamad Azka men­gatakan, sampai saat ini Kan­tor Kecamatan Cikupa belum dimiliki GSG sendiri untuk menampung pengunjung yang datang dalam jumlah banyak saat kecamatan menggelar rapat besar.

Menurut Azka, rapat-rapat besar di tinkat kecamatan terpaksa harus menggunakan gedung lain, agar bisa menampung pengunjung yang datang. Ia mencontohkan, seperti rapat Musyawarah Rencana Pembangunan (Mus­renbang) yang diadakan di salah salah satu rumah makan di Kecamatan Balaraja beberapa waktu lalu.

“Belum punya, jadi kalau lagi ada rapat besar dengan pengunjung dalam jumlah banyak, biasanya di­lakukan di salah satu rumah makan di Kecamatan Balaraja,” kata Azka, ke­pada Satelit News, Kamis (1/3).

Disinggung mengenai penggunaan rumah makan tersebut oleh pihak Ke­camatan Cikupa, pihaknya tidak dapat menjawab secara pasti, apakah dipin­jam melalui sistem sewa atau ada cara lain. “Kalau mengenai penggunaan­nya saya tidak tahu, apakah disewa atau ada cara lain,” tegasnya. Meski begitu, ia optimis Kecamatan Cikupa bisa memiliki gedung GSG sendiri pada tahun 2019 mendatang.

 

GSG di Kecamatan Sukamulya Rusak Parah

Sementara itu, GSG di Kecamatan Sukamulya kondisinya kurang terawat. Banyak ditemukan sisi-sisi gedung yang rusak dan kerap terendam banjir.

Camat Sukamulya, Bambang Misba­hudin mengungkapkan, GSG Kantor Kecamatan Sukamulya saat ini mengalami rusak berat. Tembok GSG di bagian atas terlihat bolong, sehingga saat turun hujan, air langsung mem­basahi permukaan lantai di bawahnya. Akibat kejadian itu, pihaknya terpaksa memasang terpal untuk mengantisipa­si kebocoran agar tidak semakin parah.

Selain itu, kata Bambang, daun pintu dan jendela GSG Kecamatan Sukamu­lya saat ini banyak yang copot, sehing­ga tampilan gedung itu terlihat mem­prihatinkan. “Banyak yang rusak, atap, jendela, pintu dan lantainnya pada ru­sak dan copot. Kondisi ini sudah terjadi sejak lama tanpa ada perawatan atau penggantian,” kata Bambang.

Menurut Bambang, pemeliharaan GSG menjadi tanggungjawab Dinas Tata Ruang dan Bangunan (DTRB) Ka­bupaten Tangerang, bukan oleh Keca­matan Sukamulya. Meski begitu, kata dia, perbaikan GSG milik Kecamatan Sukamulya belum ada sampai saat ini.

“Pemeliharaannya ada pada DTRB, bukan di kecamatan. Meski begitu, kerusakan gedung GSG sampai saat ini masih terbangkalai,” katanya.

Tidak hanya rusak, kata Bambang, ke­beradaan GSG di Kecamatan Sukamulya juga kerap dilanda banjir saat hujan turun. Akibatnya, GSG semakin memprihatinkan untuk dapat segera diperbaiki. “Sering terendam banjir juga,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala DTRB Kabu­paten Tangerang, Taufik Emil belum bisa mejelaskan secara rinci berapa jumlah kecamatan yang telah memi­liki GSG sendiri dan yang belum me­miliki karena sedang cuti. “Saya masih cuti sampai Jumat (2/3) nanti. Senin mudah-mudahan bisa saya jawab se­cara detail,” tukas Emil dalam pesan singkatnya. (mg1/aditya)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.