Menteri PUPR Tanggapi Lahan Terhimpit

TANGERANG, SNOL—Persoalan lahan terhimpit RT 002/01 Kelurahan Benda, Benda, Kota Tangerang telah sampai di telinga Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. Ba­suki berjanji akan akan memberi­kan perhatian terhadap persoalan yang tersebut. Demikian diung­kapkan anggota Komisi IX DPR RI, Marinus Gea, Kamis (1/3).

Marinus mengaku telah berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Pe­rumahan Rakyat (PUPR) terkait masalah lahan terjepit untuk pem­bangunan Tol Jorr Kunciran – Ban­dara Soekarno – Hatta. Koordinasi dilakukan sebagai tindak lanjut ke­luhan warga di Kecamatan Benda yang menjadi korban terdampak proyek nasional tersebut. Dia mengaku telah berbicara langsung dengan pihak terkait ihwal perma­salahan tersebut.

“Setelah kemarin saya kesana ( Benda red), langsung meng­hubungi pak Menteri, yaitu pak Basuki untuk langsung bertin­dak. Karena ini permasalahan serius,” ujarnya saat dihubungi Kamis, (1/3).

Marinus mengatakan pihak ter­kait merespon secara positif dan berjanji akan segera menangani permasalahan tersebut. “Dan pak menteri berjanji akan memberi­kan perhatian terhadap persoalan tersebut,” ucap Marinus.

Politisi dari partai berlambang banteng merah tersebut mengaku menjelaskan permasala­han yang terjadi di lokasi terse­but setelah melakukan tinjauan langsung beberapa waktu lalu.

“Saya jelaskan disana ada banyak balita yang perlu perha­tian lebih. Dan lagi ada seorang nenek yang lumpuh, sehingga ketika banjir datang nenek itu tak bisa apaapa,” terangnya.

Setelah menjabarkan perma­salahan yang terjadi di lokasi pembebasan lahan untuk proyek nasional tersebut Marinus menegaskan dalam waktu dekat ini Mentri PUPR akan segera menemui pihak pelaksana.

Sebelumnya diberitakan Ang­gota DPR RI Komisi IX, Marinus Gea melakukan pengecekan ke lokasi warga yang terjepit proyek tol Kunciran Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Selasa (27/2) di RT 002/01 Kelurahan Benda, Kecamatan Benda, Kota Tangerang. Gubernur Banten Wahidin Halim juga menyam­bangi lokasi tersebut.

Salah satu warga, Andi ber­harap permasalahan yang ter­jadi di tempat tinggalnya bisa terselesaikan secepatnya. Pasalnya menurut orang bertubuh tinggi tersebut permasalahan ini sudah terlarut lama.

“Ini kami serba salah, kalau proyek ini jadi tapi kami belum dibebaskan nanti kami lewat mana. Terus juga kalau ujan disini kami selalu digenangi banjir,”tandasnya. (iqbal/gatot)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.